TUGAS DA'I DALAM BERDAKWAH
Oleh : Abu zakariyya rizky hidayat al indunisi.
Dengan kata lebih sederhana dapatlah dikatakan bahwa da’wah islam merupakan proses mengajak umat ke jalan Allah dengan hikmah, pengajaran yang baik, dan diskusi yang positif agar bebas dari kesyirikan dan mengimani Allah, membebaskan diri dari kegelapan jahiliyah menuju terang benderang islam ( QS. 16:125, 2:256-257 )
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS.An-Nahl:125)
Dari paparan pengertian secara singkat ini saja dapat diambil kesimpulan betapa luas dan dalamnya makna da’wah demikian rupa hingga tak dapat dilepaskan sedikitpun dari kegiatan ummat manusia sehari-hari.
maka dalam mengemban tugas dakwah diperlukan karakter Da’i yang Tangguh.
Adapun Karakteristik seorang Da’i yang tangguh diantaranya adalah :
Meluruskan niat supaya ikhlas
Memperhitungkan betapa besarnya tugas yang akan dipikulnya. Untuk itu ia memberikan perhatian sepenuhnya.
Melaksanakan tugas ini dengan professional ( bijaksana, pandai, dll )
Selalu bersikap ramah, berakhlak mulia, sabar, lembut,dan dapat menahan diri.
Memahami seluk-beluk dan cara hidup masyarakat yang diterjuninya.
Rajin mempelajari dan mendalami sirah nabawiyah.
Mendalami al-qur’an dan assunah.
Dalam setiap percakapannya ia selalu memadukan akal dan hati serta perasaan manusia.
Berjihad mengendalikan dirinya, intropeksi diri, dan selalu merasa diawasi Allah.
Sabar dalam ujian dakwah dan tetap istiqamah.
Mematerikan otak, hati, dan jasadnya pada rumus perjuangan hidup muslim.
Sekian semoga bermanfaat akhukum rizky hidayat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar