Rabu, 04 April 2018

Theory Vs Practice

THEORY VS PRACTICE

Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat al indunisi.

Pastinya antum pernah mendengar sejumlah orang yang berkata, “ah itu kan cuma teori, realisasinya pasti berbeda”. Atau ucapan-ucapan lainnya seperti, “ya prakteknya seperti apa, jangan cuma teorinya saja”. Antara teori dan praktek, seringkali menjadi perdebatan yang tidak perlu. Perdebatan ini biasanya terjadi pada “orang-orang lapangan” yang memang sangat terbiasa dengan pendekatan praktek ketimbang menggunakan pendekatan teori.

Padahal seharusnya kedua pendekatan tersebut saling bersinergi dan saling memperbaiki satu sama lain. Dalam praktek pekerjaan sehari-hari, inilah yang seharusnya terjadi. Dalam pekerjaan sehari-hari teori itu bisa saja berbentuk dalam Manual Book, atau Standard Operating Procedure, dan prakteknya adalah apa yang terjadi di lapangan secara nyata dan real.

Contoh penggambarannya adalah misalkan pada layanan sebuah bank, dengan manual standar layanan yang sudah terstruktur dan tertata dengan sedemikian rapihnya ataupun misalnya pada pemberian kredit kepada calon debitur. Seringkali dalam menghadapi nasabah ataupun calon debitur, petugas bank seringkali berhadapan dengan hal-hal diluar dari apa yang diatur dalam sebuah standar operating procedure. Masukan dari kejadian-kejadian di luar dari apa yang diatur ini akan menjadi input yang berharga untuk peningkatan kualitas standard operating procedure.

Solusi praktis memang tidak akan antum dapatkan langsung dalam sebuah teori. Namun untuk dapat memberikan solusi praktis, antum harus mengetahui prakteknya seperti apa dulu, yang kadang memang terlalu kompleks untuk dapat di mengerti tanpa mensederhanakan asumsi-asumsi yang dipergunakan dalam sebuah teori.

Teori membuat orang memahami permasalahan yang kompleks menggunakan asumsi-asumsi yang telah disederhanakan untuk dapat membuat segala yang kompleks tersebut menjadi lebih masuk akal dan terstruktur, dan pada gilirannya membuat sesuatu yang kompleks menjadi relatif lebih sederhana. Dengan mengesampingkan hal-hal yang kurang relevan, anda dalam berbagai konteks apapun, dapat membuat sebuah prediksi dan penjelasan yang valid yang sesuai dengan praktek, walaupun ada yang mengatakan bahwa seringkali teori mengabaikan hal-hal yang terjadi dalam praktek. Namun yang sebenarnya terjadi adalah jika sesuatu tidak dapat terjadi dalam teori, maka besar kemungkinan tidak akan terjadi dalam prakteknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar