Minggu, 01 April 2018

Mencetak generasi Qurani

Mencetak generasi QURANI

Oleh:Abu zakariyya rizky  hidayat al indunisi.

Generasi Qurani adalah generasi yang menjiwai dan mengamalkan al-Quran. Dengan al-Quran, Rasulullah berhasil mencetak sebuah umat yang kuat aqidahnya, benar ibadahnya, dan bagus akhlaknya. Inilah generasi qur’ani. Dalam waktu yang sangat singkat, yakni 23 tahun, 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah, Rasulullah mencetak mereka sebagai generasi yang Allah Ridai dan mereka pun ridha kepada-Nya.

Generasi ini dicatat dalam al-Quran, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (at-Taubah [9]: 100).

Bahkan Rasulullah SAW bersabda, “ Sebaik-baik manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang sesudahnya, kemudian sesudahnya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sayangnya, umat Islam kini semakin Jauh dari al-Qur’an mereka sekarang lebih cenderung betah bermain gawai dari pada al-Qur’an. Padahal kalau kita melihat zaman sekarang al-Quran sudah di tangan kita, kemudian al-Hadits sudah di rak-rak buku kita, kemudian sirah nabawi/sejarah Nabi ada pada kita juga. Tetapi kenapa umat ini tidak mengalami perubahan sebagaimana generasi para sahabat?

Para Sahabat, Generasi Qurani Terbaik

Syayid Qutub dalam kitab Ma’alim fit Thariq (Petunjuk Jalan) telah memberikan jawaban permasalahan ini semua. Adapun faktor-faktor yang menjadikan generasi sahabat menjadi generasi yang utama, itu ada tiga, yakni:

Mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai Rujukan utama dalam beramal
Para sahabat merupakan Al-Qur’an yang berjalan” karena senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Jika Al-Qur’an melarang mereka, segera mereka tinggalkan sebaliknya jika Al-Qur’an memerintahkan mereka, segera mereka melaksanakan. Sebagaimana juga Rasulllah SAW.

Dalam Sebuah hadits Aisyah mengatakan berkenaan perilaku Rasulullah SAW:

“ Budi perkertinya (Rasulullah SAW) adalah Al-Qur’an”. (HR. Nasai)

Mereka membaca Al-Qur’an bukan sekedar untuk membaca saja, untuk menambah pengetahuan saja, untuk menikmati keindahan sasteranya saja, tetapi mereka membaca Al-Qur’an untuk menerima perintah tentang urusan pribadi, atau perintah untuk bersama.

Mereka masuk Islam kemudian menininggalkan semua perbuatan-perbuatan jahiliyah yang bertentangan dengan Islam
Para sahabat, setelah mereka menerima Islam sebagai dien, Muhammad sebagai Rasul-Nya, Allah sebagai Rab, mereka segera meninggalkan kebiasaan jahiliyah yang bertentangan dengan Islam tanpa ragu-ragu lagi.

Allah berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar”. (Al-Hujurat [49]: 15)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar