Minggu, 11 Agustus 2019

HIKMAH IDUL ADHA


Oleh: Abu zakariyya rizky hidayat


Hikmah terbesar dari momentum hari raya 'iedil adha adalah meneladani Nabi Ibrahim 'alaihissalam beserta keluarga beliau.
Dari beliau kita belajar tentang bagaimana menjadi sosok hamba Allah yg senantiasa belajar taat dan ikhlas, terdapat juga contoh bagaimana menjadi seorang suami serta ayah yg adil dan bijak, belajar menjadi seorang pemimpin yg bertanggungjawab dan sabar.

Dari ibunda Sarah & Hajar 'alaihimassalam , kita belajar menjadi sosok seorang wanita muslimah yg istiqamah, bagaimana contoh seorang istri yg selalu patuh, sabar, taat, dan memotivasi jalan da'wah sang suami dlm kebaikan.

Dari Nabi Isma'il 'alaihissalam, kita belajar menjadi seorang anak yg sholeh, dan rela berkorban demi kebaikan orangtuanya dalam menjalani perintah Allah.


Merekalah sebuah keluarga yg senantiasa saling kompak dalam ketaatan, keikhlasan, dan ketabahan. Inilah hakikatnya contoh keluarga yg sakinah, mawaddah, warahmah..

Kamis, 18 Juli 2019

Hikmah gerhana bulan

Allah Ta’aala berfirman :

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ
“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”. ( QS .Al-Hajj : 18



 إن الشمس والقمر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّ قوا”.
Oleh :Abu zakariyya rizky hidayat

”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

ما من أحد أغير من الله أن يزني عبده أو تزني أمته يا أمة محمد لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليل ولبكيتم كثيرا

disini, diantara sebab syar'i yang di sebutkan nabi muhammad bahwasannya dengn tanda2 kebesaran yang di perlihatkan allah seperti gerhana matahri dan gerhana bulan mendorongkan kita untuk ber istighfar, untuk kemudian menyesali dosa dosa yang kitaa perbuat. dan ketika allah mampu menjadikan gerhana mtahari dan bulan .mka allah juga mampu mmbri blsan kpada org3 yg bermksiat kepadanya.

akan tetapi allah taala Latiifun bi ibadih, alllah maha lembut..maha luas rahmatnya,allah maha luas ampunannya.

لا يعجل الله الناس بما كسبوا ما ترك على ظهره من دابة

dan jikalau allah hendak mempercepat hukuman kepada manusia di sebabkan dosa2 mereka..maka tidak ada yang pantas hidup di muka bumi ini, tidak ada ynag berhak hidup di ats cipataan allah subhanahu wataala,tidak ada lagi yg mendapatkan rezki dri allah, tidak ada yang berhak mendapatkan kesehatan..tidak ada yang berhak mendapatkan harta benda, akan tetapi allah sangat sayang kepada kita...allah menutupi aib2 kita, allah mengampunkan dosa2 kita, andaikan dosa memiliki bau..tak seorang pun di antara manusia yang berkenan dekat denagn kita, akan tetapi allah menutupi aib2 kita..mengampunkan dosa2 kita..oleh karnanya allah memanggil kita di dalam alquran

Qul ya ibadi..alladziina asrofu ala anfusihim la taqnatu ( berputus asa) min rohmatillah...innallaha yagfiru dzunuba jamia..

Alam ya'ni lilladzi aamanu antakhsayaa qulubuhum lidzikrillah

apakah belum tiba masanya orang2 yang takut kepada allah..untuk segera kembali kepada allah swt.

apa yang membuat kita begitu larut dalm kemaksiatan, apa yang membuat kita bangga hidup di dunia ini. sedangkn kemtian setiap saat mengintai kita. oleh karna nya nabi mengingatkan kita..

لو تعلمون ماأعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا

 ketika sebagian manusia di luar sana menganggap gerhana bulan atau matahari adalah fenomena yang biasa ,hahyalah ke ajaiban menurut mereka, bahkan di jadikan untuk bertamasya, rekreasi vahkan bnyk yng bermaksiat di malam2 yg seperti ini..maka bersyukurlah kepada allah ketika kita di pilih menjadi orang2 yg menghidupakn sunnah rosulullah. semoga allah merahmati kita.mengampunkan dosa2 kita perbnyak lah istighfar kepad allah..

allah berfirman dalam alquran..

wamakanallahu liyuadzibahum wa anta fihim. wamakanallah muadzibahum wahum yastaghfirun

dalam ayat ini allah menyebutkan 2 syarat, allah tidak menurunkan hukuman..kepada hamba2 yg ada di permukaan bumi ini

syarat yg pertama
tidak mungkin aku menghukum mereka wahai muhammad sedangkan ebgkau masih hidup di tbgh2 mereka , kata para ulama syarat yg pertama ini sudah hilang..sudah di cabut.dengn kematian rosulullah saw

tertinggallah syarat yg kedua
maka tidaklah allah menimpakan sebuah azab sedang di antara kamu sedang kmu msih ada yang ber istighfar.

ISLAM AGAMA KU

Oleh Abu zakariyya rizky hidayat

Manusia emang gak pernah luput dari kesalahan..
ok..kita harus kuat ni ngelawan godaan" setan..

Yaitu dengan cara memperkuat iman..Jangan peduliin omongan orang klo kalian di gosipin krna perubahan mu ..semakin ingin dekat kepada-Nya..

Bangga? Tentu..
Bangga dengan agamamu..jelasin ke orang orang ini agama ku..
Jelasin bahwa kita lakuin ini karna Allah SWT.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian”
(QS. Al-Maidah: 3)

ISLAM Nikmat yang paling besar yang paling baik yang Allah Berikan kepada kita...

"Dan aku bangga karena Islam tidak pernah berteriak sebagai agama damai, karena Muslim tidak pernah menyerang siapa-siapa."
Muslim bukan anjing yang serakah akan nafsu menjajah, Muslim bukan babi yang rakus akan nafsu membumi hangus, Muslim bukan monyet licik yang selalu menebar fitnah.

Muslim tidak akan pernah mencari musuh dan haram bagi Muslim untuk lari dari musuh!

Bergenggam tanganlah wahai muslim..
Dan katakan

"Kami Islam"

9 keutamaan sabar

Oleh : Abu zakariyya Rizky hidayat

9 Keutamaan Sabar

“ Dan, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat”. (Al-Baqoroh:45)

Sabar kata yang mudah untuk diucapkan, namun butuh perjuangan untuk mempraktekannya. Sabar adalah menahan atau bertahan. Sabar yang dimaksud adalah menahan diri dari rasa gelisah, cemas, amarah, menahan lidah dari keluh kesah, dan menahan anggota tubuh dari kekacauan. Bahkan kata sabar disebutkan sebanyak 74 kali dalam Al-Qur’an.
Berikut ini adalah 9 keutamaan yang diperoleh bagi orang-orang yang sabar:

1. Orang yang sabar akan senatiasa bersama-sama Allah.
Dan Allah lebih mencintai orang-orang yang bersabar terhadap ujian yang diberikan oleh-Nya. Allah bersama orang-orang yang sabar. Kebersamaan yang dimaksud  oleh Allah adalah kebersamaan secara khusus yang berarti menjaga, melindungi, dan menolong mereka.

2. Allah memberikan apresiasi  predikat taqwa kepada orang-orang yang bersabar dalam menghadapi ujian Allah. (Al-Baqoroh:177) (Ali Imran:125)

3. Allah akan memberikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dan tanpa batas.  Orang yang berhak menerimanya adalah orang-orang yang sabar. (QS Az Zummar:10) (QS Al Qashash;80)

4. Orang-orang yang sabar akan mendapatkan kabar gembira (QS Al Baqoroh:155)

5. Allah memberitakan bahwa orang-orang yang sabar adalah orang-orang yang mulia. (QS Asy-Syura:43)

6. Berita gembira dari Allah bahwa hanya orang-orang yang bersabarlah yang dapat mengambil hikmah atau pelajaran yang bermanfaat dari ayat-ayat Allah (QS Ibrahim;5).

7. Mereka memperoleh keberuntungan, keselamatan, dari sesuatu yang ditakuti dan masuk surganya Allah. (QS Ar-Ra’d:24)

8. Sabar mewariskan derajat kepeloporan dan kepemimpinan.  Sebagaimana ungkapan Syaikul Islam yang dikutip oleh Ibnu Qoyyim Al-Jauziah: “ Dengan kesabaran dan keyakinan dapat diperoleh kepemimpinan dalam agama.”  Lalu ia menyebutkan firman Allah (QS As-Sajdah:24)

9. Allah menghubungkan kesabaran dengan iman, keyakinan, takwa, tawakal, syukur, amal shalih, dan rahmat yang diperoleh seseorang. Sabar merupakan bagian dari iman, ibarat kedudukan kepala dari tubuh. Tiada artinya iman bagi orang-orang tidak memiliki kesabaran, sama artinya ibarat tubuh tanpa kepala. Sehingga Umar bin Khatab berkata; “ Hidup yang paling baik ialah yang kami lalui dengan kesabaran.
Kita bisa belajar banyak tentang kesabaran dari para nabi-nabi Allah. Bagaimana kesabaran Nabi Yusuf menghadapi rayuan siti Zulaikha dan dimasukan ke sumur oleh saudara-saudaranya. Kesabaran nabi
Nuh dalam berjuang  menyampaikan kebenaran tauhid, Nabi Ibrahim, Musa, Nabi Muhammad Saw dan nabi-nabi Allah lainnya.


Mereka bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, menghindari kedurhakaan kepada Allah, dan bersabar dari ujian Allah. Itulah yang  akan menghantarkan mereka menjadi pribadi yang mendapat berbagai keutamaan dari Allah SWT.

Kewajiban pertama seorang dai

Oleh : Abu zakariyya rizky hidayat


Allah telah menciptakan manusia, dari tidak ada menjadi ada. Allah telah memberikan berbagai keperluan hidup manusia di dunia ini. Dia telah memberikan akal dan naluri. Dengan akal dan nalurinya, manusia dapat membedakan perkara yang bermanfaat baginya dan yang membahayakan.

Allah menjadikan manusia dapat mendengar, melihat, berbicara dan berusaha. Itu semua merupakan ujian, apakah manusia akan bersyukur kepada PenciptaNya, beribadah kepadaNya semata dan tunduk terhadap syariatNya, atukah mengingkari kenikmatan dan menentang agamaNya.

Allah berkalam :

“ Bukankah telah datang pada manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya(dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengardan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir” QS. Al Insan : 1-3

Seorang da’i sebagai penyeru harus mengetahui dengan benar kewajiban pertama yang harus di lakukan dan juga untuk didakwahkan kepada orang lain. Pengetahuan dan Ilmu yang benar tentang perintah pengesaan Allah merupakan hal pertama dan utama untuk dimiliki, karena semua urusan seluruh agama berpangkal dari  dua syahadat itu. Karena  seluruh nabi serta Rasul yang pernah diutus Allah, misi utama mereka adalah Tauhid.

Diantara Kewajiban  Seorang Hamba ialah mengucapkan Dua Syahadat:
Banyak dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang menunjukkan bahwa kewajiban pertama manusia adalah dua syahadat, yaitu syahadat Laa Ilaha illallah dan syahadat Muhammad Rasulullah.  Beberapa dalil akan kewajiban pertama seorang hamba kepada RabbNya:

1.   Allah berfirman :

“ Dan Kami tidak mengutus rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya” Bahwasanya tidak ada Ilah( yang berhak) melainkan Aku, maka kamu sekalian hendaknya beribadah kepada-Ku”Al Anbiya :25.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di Rahimmahullah menjelaskan ayat ini dengan menyatakan :

“Seluruh rasul-sebelummu (Muhammad) dan kitab-kitab mereka, intisari dan pokok ajaran mereka adalah Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, serta penjelasan bahwa Allah adalah Ilah yang haq, yang berhaq di ibadahi, dan peribadahan kepada selainNya adalah batil.      

Kalimat Laa Ilaha illallah merupakan pokok risalah seluruh rasul. Oleh karena itu, masalah ini merupakan kewajiban pertama kali sebelum kewajiban lainnya.

Dalam Al qur’an, kata kerja pertama kali yang Allah sebutkan di dalamnya adalah tauhid: “Hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan” (TQS. Al Fatihah : 5)

Demikian juga kata perintah pertama kali termaktub dalan Al Qur’an adalah tauhid:

“Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa.” (TQS. Al Baqarah : 21)

Ketika Allah menerangkan sepuluh kewajiban manusia, kewajiban yang menempati tempat pertama adalah kewajiban beribadah hanya kepadaNya dan larangan syirik. Ini adalah makna kalimat Laa Ilaha illallah yaitu perkataan Allah :

“ Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, den tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyuikai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”  Qs. An Nisa : 36

Wallahualam

Bahaya pornografi pada anak

Oleh : Abu zakariyya Rizky hidayat

Bahaya pornografi pada anak

Bagaimana seharusnya orangtua bersikap menghadapi anak agar terhindar dari bahaya pornografi?

1. Menjelaskan berbagai dampak buruk dari pornografi

Memberitahu anak secara terus-menerus bahaya pornografi bagi masa depannya, serta memberitahu bagaimana cara menghindar dari kemungkinan terpapar pornografi. Informasi semacam ini perlu untuk membentengi remaja dari keinginan untuk menonton konten-konten yang berbahaya.

2. Jalin komunikasi yang intens
Kita, sebagai orangtua, sering lupa bahwa kita pun pernah mengalami proses yang sama dengan si anak, proses pencarian jati diri. Bagi sebagian remaja, proses ini berlangsung mulus dan baik-baik saja. Namun, bagi sebagian remaja lainnya, proses ini menjadi teramat sulit dan terjal.
Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak akan membuat anak terlepas dari rasa sepi dan keinginan untuk mencoba melakukan berbagai kegiatan negatif.

3.Melakukan pengawasan ketat terhadap gadget yang dimiliki anak
Tidak jarang orangtua terlalu percaya pada anak sehingga abai memeriksa konten-konten yang terdapat dalam gadget anak. Hal ini amat berbahaya, mintalah password anak dan lakukan pengecekan secara berkala.

4. Meminta pendapat dan berdiskusi
Meminta pendapat remaja ataupun berdiskusi merupakan salah satu cara untuk membuat anak memahami bahaya narkolema (narkotika lewat mata) ini dan membuat anak berusaha untuk menghindari bahaya pornografi sekuat tenaga.
Agama merupakan hal terakhir yang bisa dilakukan orangtua untuk menjaga buah hatinya dari segala marabahaya yang mengintai, termasuk bahaya pornografi. Karena sesungguhnya kemampuan kita amat terbatas dalam melindungi mereka, maka dengan pendidikan agama yang baik merupakan solusi yang terbaik bagi perkembangan anak dimasa yang akan datang.

Demikian penjelasan singkat kepada bahaya konten pornografi bagi anak..
Tetap lindungi dan awasi putra putri anda karena mereka masa depan bangsa Indonesia..

Minggu, 12 Mei 2019

Hukum menuntut ilmu syar'i

Oleh : Abu Zakariyya Rizky Hidayat

Råsulullåh bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu WAJIB atas setiap Muslim.”

(Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 224), dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 3913). Diriwayatkan pula oleh Imam-imam ahli hadits yang lainnya dari beberapa Shahabat seperti ‘Ali, Ibnu ‘Abbas, Ibnu ‘Umar, Ibnu Mas’ud, Abu Sa’id al-Khudri, dan al-Husain bin ‘Ali radhiyallaahu ‘anhum; sumber)

Imam al-Qurthubi rahimahullaah menjelaskan bahwa hukum menuntut ilmu terbagi dua:

Pertama, hukumnya wajib; seperti menuntut ilmu tentang (tauhid), shalat, zakat, dan puasa. Inilah yang dimaksudkan dalam riwayat yang menyatakan bahwa menuntut ilmu itu (hukumnya) wajib.

Kedua, hukumnya fardhu kifayah; seperti menuntut ilmu tentang pembagian berbagai hak, tentang pelaksanaan hukum hadd (qishas, cambuk, potong tangan dan lainnya), cara mendamaikan orang yang bersengketa, dan semisalnya. Sebab, tidak mungkin semua orang dapat mempelajarinya dan apabila diwajibkan bagi setiap orang tidak akan mungkin semua orang bisa melakukannya, atau bahkan mungkin dapat menghambat jalan hidup mereka. Karenanya, hanya beberapa orang tertentu sajalah yang diberikan kemudahan oleh Allah dengan rahmat dan hikmah-Nya.

Ketahuilah, menuntut ilmu adalah suatu kemuliaan yang sangat besar dan menempati kedudukan tinggi yang tidak sebanding dengan amal apa pun.

[Lihat Tafsiir al-Qurthubi (VIII/187), dengan diringkas. Tentang pembagian hukum menuntut ilmu dapat juga dilihat dalam Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/56-62) oleh Ibnu ‘Abdil Barr; sumber]

Keutamaan Menuntut ilmu DENGAN MENDATANGI MAJELIS ILMU

1. Pahala besar bagi mereka yang mendatangi masjid untuk menuntut ilmu

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

من غدا إلى مسجد لا يريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه ، كان له كأجر حاج ، تاما حجته

Barangsiapa yang pergi ke masjid, tidaklah diinginkannya (untuk pergi ke masjid) kecuali untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajarkan kebaikan. Maka baginya pahala seperti orang yang melakukan haji dengan sempurna.

(Dikatakan syekh al Albaaniy dalam shahiih at targhiib: “Hasan Shahiih”)

2. Dimudahkan jalan menuju surga

Råsulullåh shållallåhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga.

(Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid); sumber)

Di dalam hadits ini terdapat janji Allah ‘Azza wa Jalla bahwa bagi orang-orang yang berjalan dalam rangka menuntut ilmu syar’i, maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju Surga.

“Berjalan menuntut ilmu” mempunyai dua makna:

Pertama, Menempuh jalan dengan artian yang sebenarnya, yaitu berjalan kaki menuju majelis-majelis para ulama.

Kedua, Menempuh jalan (cara) yang mengantarkan seseorang untuk mendapatkan ilmu seperti menghafal, belajar (sungguh-sungguh), membaca, menela’ah kitab-kitab (para ulama), menulis, dan berusaha untuk memahami (apa-apa yang dipelajari). Dan cara-cara lain yang dapat mengantarkan seseorang untuk mendapatkan ilmu syar’i.

“Allah akan memudahkan jalannya menuju Surga” mempunyai dua makna.

Pertama, Allah akan memudah-kan memasuki Surga bagi orang yang menuntut ilmu yang tujuannya untuk mencari wajah Allah, untuk mendapatkan ilmu, mengambil manfaat dari ilmu syar’i dan mengamalkan konsekuensinya.

Kedua, Allah akan memudahkan baginya jalan ke Surga pada hari Kiamat ketika melewati “shirath” dan dimudahkan dari berbagai ketakutan yang ada sebelum dan sesudahnya. Wallaahu a’lam.

Sabtu, 11 Mei 2019

JANGAN TERTIPU

Oleh: Abu zakariyya Rizky hidayat

Apa yang engkau banggakan terhadap dunia ini? harta yang melimpah? wajah yang rupawan? atau kedudukan yang tinggi!? lalu apakah itu semua berguna kelak apa bila kita telah tiada? Tidakk!!! sekali2 Tidak!!! itu tidak akan bermanfaat sedikitpun pada kita ,justru akan menjadi beban yang kelak akan di mintai pertanggung jawabannya di hari kiamat,ketahuilah wahai orang2 yang beriman,wajah yang cantik,serta kedudukan dan pangkat yang tinggi semua itu adalah titipan allah sementara, yang sewaktu2 bisa di ambil..maka patutlah kita tertipu dan terlena dengan kehidupan yang fana? allah berfirman dalam surat alhadid ayat 59

إعلموا أنما الحياة الدنيا لعب ولهو
Ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia adalah permainan dan senda gurauan .

naudzubillah tsumma naudzubillah mindzalik maka berusahalah untuk tidak tenggelam di dalam kehidupan dunia yang fana.


Jumat, 10 Mei 2019

Muhasabah DOSA

Muhasabah Dosa 

Oleh: Abu zakariyya rizky hidayat


Dahulu seorang salaf pernah
bermuhasabah dengan dosa yang pernah ia lakukan..Umurnya 60 tahun, jika seandainya dalam satu hari ia melakukan 1 dosan maka 360 hari kali 60 tahun..akan ketemu 21Ribuan kali ia melakukan dosa,,namun ia hanya memikirkan 1 dosa saja kemudian membuatnya pingsan seketika.
.
.
bukan kah nabi muhammad shallallahualaihi wasallam pernah menyampaikan bagaimana seseorang mu'min dalam memandang dosanya
.
.
إن المؤمن يرى ذنوبه كأنه قاعد تحت جبل أن يقع فيه(رواه بخاري)
.

.
sesungguhnya seorang mu'min dalam memandang dosanya seakan ia duduk di bawah sebuah gunung yang akan meruntuhinya (HR.BUKHORI)
.
.

maka coba perhatikan, bagaimana nabi memberikan tamstil/ perumpamaan yang kata para ulama ,jika kita duduk di bawah rumah,pohon,atau benda2ainnya yang akan meruntuhi kita maka akan sangat besar kemungkinan kita akan selamat, namun siapa yang dapat menjamin jika kita berada di bawah sebuah gunung, maka akan sangat kecil kemungkinan kita selamat
.
.

sehingga dengan hadirnya romadhon adalah salah satu faktor yang membuat para salaf bergembira.

Oleh : Abu zakariyya rizky hidayat
.
.
ikutin juga channel youtube kami
(At-Thaubah channel)
FB : Rizky hidayat
Twitter: Rizky hidayat

Kamis, 09 Mei 2019

Membahas ulang konsep moderat (Washatiyyah)

OLEH : Abu zakariyya Rizky hidayat)

BELAKANGAN ini, kata-kata “moderat” yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab menjadi wasathiyyah menjadi kata-kata yang bertendensi mengangkat satu kelompok tertentu dan menjatuhkan sekelompok yang lain. Kata-kata ini biasanya digunakan sebagai antonim bagi fundamentalisme dan absolutisme. Bahkan, secara salah kaprah, wasathiyyah  digunakan untuk mengkategorikan orang-orang yang bertindak dan berpikir secara liberal dalam beragama. Sementara kelompok yang secara konsisten menjalankan ajaran Islam dianggap sebagai tidak moderat (wasathiyyah).

Istilah wasathiyah ini biasanya digunakan dengan menggunakan dasar dalil dari Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 143. Dalam ayat itu disebutkan wa kadzâlika ja‘alnâkum ummatan washatan… (Dan demikianlah kami jadikan kalian sebagai umat yang “wasath”…).

Ayat inilah yang seringkali dieskploitasi tidak pada tempatnya sehingga mengesankan bahwa mereka yang dicap radikal, fundamentalis, literalis, dan label-label stigmatis dan stereotyping lain yang memojokkan sebagian gerakan Islam dianggap telah melanggar ayat ini. Padahal, kalau ditelusuri secara saksama, kata-kata washatan dalam ayat tersebut memiliki arti yang sangat tidak tepat bila digunakan sebagai cap-cap di atas. Tulisan ini akan menelusuri makna dari washatan dalam ayat tersebut dan relevansinya dalam kehidupan kontemporer berdasarkan penelusuran terhadap kitab-kitab tafsir mu‘tabar.

Makna Al-Wasath

Secara bahasa, kata wasath berarti sesuatu yang ada di tengah. Dalam Mufradât Al-fâzh Al-Qur’ân Raghib Al-Isfahani (Jil. II; entri w-s-th) menyebutkan secara bahasa bahwa kata wasath ini berarti, “Sesuatu yang memiliki dua belah ujung yang ukurannya sebanding.”

Kata ini juga bisa bermakna sesuatu yang terjaga, berharga, dan terpilih. Sebab, sesuatu yang ada di tengah-tengah tidak mudah untuk dijangkau secara langsung sehingga memungkinkannya untuk menjadi tempat menyimpan hal-hal yang berharga dan baik. Seperti kata “tengah kota”. Kata ini menunjukkan tempat yang paling baik dan paling berharga dari suatu kota. (Al-Tahrir wa Al-Tanwîr Jil. II hal. 17).

Sementara itu, makna  wasath dalam ayat di atas terdapat beberapa penjelasan.

Fakhrudin Al-Râzi menyebutkan ada beberapa makna yang satu sama lain saling berdekatan dan saling melengkapi.

Pertama, wasath berarti adil. Makna ini didasarkan pada ayat-ayat yang semakna, hadis nabi, dan beberapa penjelasan dari sya’ir Arab mengenai makna ini. Berdasarkan riwayat Al-Qaffal dari Al-Tsauri dari Abu Sa’id Al-Khudry dari Nabi Saw. bahwa ummatan wasathan adalah umat yang adil.

Kedua, wasath berarti pilihan. Al-Râzi memilih makna ini dibandingkan dengan makna-makna lainnya, karena beberapa alasan antara lain: kata ini secara bahasa paling dekat dengan makna wasath dan paling sesuai dengan ayat yang semakna dengannya yaitu ayat, “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan ke tangah manusia…” (QS Ali Imrân [3]: 110).

Ketiga, wasath berarti yang paling baik.

Keempat, wasath berarti orang-orang yang dalam beragama berada di tengah-tengah antara ifrâth (berlebih-lebihan hingga mengada-adakan yang bbaru dalam agama) dan tafrîth (mengurang-ngurangi ajaran agama). (Tafsîr Al-Rârî, Jil. II hal. 389-390).

Makna-makna di atas tidak bertentangan satu sama lain. Oleh sebab itu, Al-Sa’di menyimpulkan bahwa ummat wasath yang dimaksud adalah umat yang adil dan terpilih. Allah Subhanahu Wata’ala telah menjadikan umat ini pertengahan (wasath) dalam segala urusan agama (dibanding dengan agama-agama lain) seperti dalam hal kenabian, syari’at, dan lainnya.

Umat islam ini adalah umat yang paling sempurna agamanya, paling baik akhlaknya, paling utama amalnya. Allah Subhanahu Wata’ala telah menganugerahi ilmu, kelembutan budi pekerti, keadilan, dan kebaikan (ihsân) yang tidak diberikan kepada umat lain. Oleh sebab itu, mereka menjadi “ummatan wasathan”, umat yang sempurna dan adil agar “mereka menjadi saksi bagi seluruh manusia.” (Taisîr Al-Karîm Al-Rahmân fî Tafsîr Kalâm Al-Mannân Jil. I hal. 70).


Wallahualam bishowab

Kemuliaan manusia dalam islam


Oleh : Abu zakariyya Rizky hidayat

Agama Islam menghormat manusia dan memuliakannya sebagai manusia tanpa memandang agamanya, bangsanya, jenisnya, tempat tinggalnya, bahasanya dan warna kulitnya. Kemudian manusia dan keistimewaannya di atas makhluk Allah yang lain ialah karena manusia diciptakan oleh Allah langsung sendiri, ditiupkan roh-Nya ke dalamnya, diperintahkan para malaikat bersujud sebagai penghormatan baginya dan dikuasakanlah kepadanya apa yang di alngit dan di bumi.

Allah telah memberinya kekuatan akal, jiwa untuk dapat menguasai dan menjadi tuan di planet bumi ini, untuk memakmurkannya dan mewarisinya dengan menegakkan hak dan keadilan. Berfirmanlah Allah swt.:

“Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Al-Israa’ 70). Pemuliaan ini menjadi sempurna bila manusia terjamin hak-hak azasinya, hak hidup, hak pemilikan, hak kebebasan berpikir, berusaha dan bergerak dan hak mengarungi laut dan darat untuk memnuhi kebutuhan hidupnya jasmani maupun rohani.

Rabu, 10 April 2019

Fiqh islam ,Polemik kampanye sandiaga uno

Oleh:Abu zakariyya rizky bidayat

Dahulu sempat viral video Sandiaga Uno yang saat ini sebagai cawapres indonesia  enggan / tidak mau bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahrom, namun tampak beliau saat ini berkampanye bersalaman dengan siapapun.

Apakah ini bentuk inkonsistensi? Lalu bagaimana tinjauan fiqh islam dalam persoalan ini?

Mari kita bahas

بسمﷲ والحمد لله والصلاۃ والسلام علی رسولﷲ

Mana dia antara 2 ungkapan ini yang benar?

الغايۃ تبرر الوسيلۃ
Tujuan membolehkan segala cara.
Atau.

الغايۃ لا تبرر الوسيلۃ
Tujuan tidak membolehkan segala cara.?

Dan apa kaitan nya dengan kaidah fiqh:

الضرورۃ تبيح المحظورات

Darurat membolehkan yang di haramkan?

Tujuan adalah ibadah
wasilah juga ibadah.

Terkadang untuk meraih tujuan,seseorang melakukan sesuatu yang di larang/haram

Contoh:
makan bangkai haram
minum khamer haram

Tapi ketika seseorang terpaksa ,kelaparan,hampir mati dan tidak ada makanan yang halal maka boleh dia makan bangkai sekedar menyambung hidup dan tidak memuaskan nafsunya.

Tujuan dia makan bangkai saat itu apa?

Menyelamatkan diri dari kematian.

Wasilahnya apa?
makan bangkai.

Terpenuhi tujuan nya?
iya.dia bertahan hidup di saat kondisi darurat dengan cara makan bangkai.
Termasuk kaidah yang mana?
Tentu saja.

الضرورۃ تبيح المحظورات
Seuatu yang dharurat boleh melakukan yang haram.
Dan Allah ﷻberfirman:

فمن اضطر غير باغ ولا عاد فلا اثم عليه
Maka barangsiapa yang terpaksa dan tidak sewenang wenang dan melampaui batas maka tidak ada dosa baginya.
(Al baqarah:173)

sedangkan misal ada seseorang ingin meraih simpati ummat dan ia menghalalkan bersalaman dengan lawan jenis agar ia terpilih menjadi seorang caleg atau lain nya maka ini adalah *Tujuan menghalalkan yang di haramkan Allah dan bukan Darurat membolehkan yang di haramkan*

kenapa?
Tujuan:ingin di pilih,meraih simpati.

Wasilah:meraih simpati dan bersalaman dengan non mahram.

Apakah darurat dia harus jadi pemimpin?
sehingga boleh melakukan keharaman?

Bukankan bersalaman dengan non mahram adalah haram?

Maka tidak boleh bersalaman dengan non mahram utk meraih simpati mereka dengan tujuan agar di dukung.
Karena kalo gak salaman nanti akan di tuduh tidak merakyat,keras,fundamentalis dll.

Memang terkadang Tujuan membolehkan sebagian cara:
Tapi dengan 2 syarat:

1.Tujuan nya mulia
2.wasilah nya di syariatkan

Contoh:
Rasulullahﷺberkata kepada nu"aim bin mas"ud
الحرب خدعۃ
perang adalah tipu daya.

Tujuan:mengalahkan musuh
Wasilah:tipu daya

Apakah wasilah nya boleh?Tipu daya?

Jawaban nya:ya boleh.
karena Rasulullah mengizinkan nya,saat perang boleh melakukan tipu daya utk mengelabui musuh.
Tujuan nya mulia:Meninggikan kalimat Allah

Wasilahnya di syariatkan:tipu daya khusus saat perang.

Semoga bisa di fahami.

Contoh lain:
Boleh berbohong di antaranya:

Suami membahagiakan istri
Mendamaikan 2 orang yang berselisih.

Tujuan:
Mulia.
membahagiakan istri

Wasilah:berbohong.
misalkan makanan nya tidak selera,tapi suami bilang makanan nya enak.

Tujuan:
Mulia
Mendamaikan 2 orang,menyelamatkan nyawa.

wasilah:berbohong

Maka jika tujuan nya mulia dan wasilahnya di syariatkan,maka boleh menggunakan wasilah yang asalnya haram tapi ada dalil yang membolehkan nya pada kondisi tertentu dan kasus tertentu.

Contoh yang mirip tapi tidak di bolehkan wasilahnya:

muadz bin jabal sepulang nya dari syam langsung sujud pada rasulullah ﷺ lalu rasul melarang nya dan.

Bersabda:

Kalo aku boleh menyuruh orang utk sujud kepada orang lain maka aku akan suruh seorang istri sujud pada suaminya.

Tujuan:
mulia,mengagungkan rasul
Wasilah:sujud pada rasul.

Ini terlarang.
Maka tujuan tidak
selalu membolehkan /menghalalkan segala cara/wasilah .

Carilah cara yang benar utk meraih maksud dan tujuan
Jika caranya benar atau di syariatkan maka gunakanlah cara itu.

Semoga bermanfaat

وﷲ اعلم بالصواب

Penulis : Abu yazid khulfanudin

Senin, 09 April 2018

DR FIRDAUS ST MT MAJU DI PILGUB

Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat al indunisi.

Dilansir dari media "Utusan Riau .com"

Masyarakat yang di Kecamatan Pekanbaru Kota sangat antusias bertemu dengan Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT di kantor RRI Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman kemarin.
       
Hadir dalam acara yang dikemas silaturahmi itu Camat Pekanbaru Kota Norpendike, para lurah,  RT RW dan para tokoh masyarakat lainnya.
      
Dalam acara itu, masyarakat yang ada di Kecamatan Pekanbaru Kota menyampaikam aspirasi kepada orang nomor satu tersebut. Salah satunya tentang permasalahan pembangunan serta permasalahan yang terjadi Kecamatan Pekanbaru Kota ' sehingga apa yang menjadi kendala bisa diatasi dengan baik. Seperti masalah lingkungan , sampah, drainase serta yang lainnya.

Menyikapi hal itu, Wali Kota Pekanbaru DR Firdaus ST MT sangat senang dan bangga apa yang telah disampaikan oleh perwakilan masyarakat yang ada di Kecamatan Pekanbaru Kota ini. Dikatakan Firdaus , tentu ia pertama kali akan menampung semua aspirasi yang telah disampaikan.

"Tentunya kita berterima kasih aspirasi yang disampaikan masyarakat. Oleh seban itu, ia akan menekankan kepada OPD terkait untuk menindaklanjuti apa permasalahan yang terjadi. Begitu juga kita minta kepada Camat agar selalu berkordinasi dalam menyelesaikan masalah yang terjadi. Sehingga apa yang menjadi kendala bisa diselesaikan dengan baik,harap Firdaus.

       Camat Pekanbaru Kota Norpendike mengatakan, acara silaturahmi dengan masyarakat Pekanbaru Kota sangat baik sekali. Katena dengan adanya acara seperti iji, maka masyarakat akan lebih dekat lagi dengan pemimpinnya yakni Wali Kota Pekanbaru."Jadi dengan adanya acara silaturahmi ini apa aspirasi dari masyarakat bisa disampaikan langsung ke walikota. Sehingga bisa dicarikan jalan keluarnya," harap Norpendike.

Sementara itu, dalam acara silaturahmi itu ada hal yang menarik disampaikan kepada walikota. Salah satunya disampaikan oleh perwakilam warga Fadel Muhammad.

Menurutya masyarakat yang ada di Kecamatan Pekanbaru Kota ini mendukung penuh kepada Walikota Pekanbaru DR H Firdaus untuk maju mencalonkam diri pada Pilgubri pada tahun depan.

"Kami atas nama masyarakat Kecamatan Pekanbaru Kota s memohon dan mendukung penuh pak walikota mencalonkan diri sebagai guberrnur.  Semoga dukungan yang kami berikan ini menjadi motivasi yang baik bagi pak walikota di masa mendatang,ungkap Fadel seraya menyatakan bahwa dukungan yang diberikan ini mendapat ridho oleh Allah azza wajalla

Dalam acara silaturahmi yang berjalan dengan penuh tawa dan canda itu membuat walikota Pekanbaru merasa banga dan tersanjung. Pada acara itu juga Walikota Pekanbaru memberikan hadiah-hadiah yang menarik kepada pemenang lomba dalam rangkaian acara Jambore PKK yang sudah dilaksanakan.