Oleh : Abu zakariyya rizky hidayat
Allah telah menciptakan manusia, dari tidak ada menjadi ada. Allah telah memberikan berbagai keperluan hidup manusia di dunia ini. Dia telah memberikan akal dan naluri. Dengan akal dan nalurinya, manusia dapat membedakan perkara yang bermanfaat baginya dan yang membahayakan.
Allah menjadikan manusia dapat mendengar, melihat, berbicara dan berusaha. Itu semua merupakan ujian, apakah manusia akan bersyukur kepada PenciptaNya, beribadah kepadaNya semata dan tunduk terhadap syariatNya, atukah mengingkari kenikmatan dan menentang agamaNya.
Allah berkalam :
“ Bukankah telah datang pada manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya(dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengardan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir” QS. Al Insan : 1-3
Seorang da’i sebagai penyeru harus mengetahui dengan benar kewajiban pertama yang harus di lakukan dan juga untuk didakwahkan kepada orang lain. Pengetahuan dan Ilmu yang benar tentang perintah pengesaan Allah merupakan hal pertama dan utama untuk dimiliki, karena semua urusan seluruh agama berpangkal dari dua syahadat itu. Karena seluruh nabi serta Rasul yang pernah diutus Allah, misi utama mereka adalah Tauhid.
Diantara Kewajiban Seorang Hamba ialah mengucapkan Dua Syahadat:
Banyak dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah yang menunjukkan bahwa kewajiban pertama manusia adalah dua syahadat, yaitu syahadat Laa Ilaha illallah dan syahadat Muhammad Rasulullah. Beberapa dalil akan kewajiban pertama seorang hamba kepada RabbNya:
1. Allah berfirman :
“ Dan Kami tidak mengutus rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya” Bahwasanya tidak ada Ilah( yang berhak) melainkan Aku, maka kamu sekalian hendaknya beribadah kepada-Ku”Al Anbiya :25.
Syeikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di Rahimmahullah menjelaskan ayat ini dengan menyatakan :
“Seluruh rasul-sebelummu (Muhammad) dan kitab-kitab mereka, intisari dan pokok ajaran mereka adalah Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, serta penjelasan bahwa Allah adalah Ilah yang haq, yang berhaq di ibadahi, dan peribadahan kepada selainNya adalah batil.
Kalimat Laa Ilaha illallah merupakan pokok risalah seluruh rasul. Oleh karena itu, masalah ini merupakan kewajiban pertama kali sebelum kewajiban lainnya.
Dalam Al qur’an, kata kerja pertama kali yang Allah sebutkan di dalamnya adalah tauhid: “Hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan” (TQS. Al Fatihah : 5)
Demikian juga kata perintah pertama kali termaktub dalan Al Qur’an adalah tauhid:
“Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa.” (TQS. Al Baqarah : 21)
Ketika Allah menerangkan sepuluh kewajiban manusia, kewajiban yang menempati tempat pertama adalah kewajiban beribadah hanya kepadaNya dan larangan syirik. Ini adalah makna kalimat Laa Ilaha illallah yaitu perkataan Allah :
“ Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, den tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyuikai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” Qs. An Nisa : 36
Wallahualam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar