Minggu, 12 Mei 2019
Hukum menuntut ilmu syar'i
Råsulullåh bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu WAJIB atas setiap Muslim.”
(Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 224), dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 3913). Diriwayatkan pula oleh Imam-imam ahli hadits yang lainnya dari beberapa Shahabat seperti ‘Ali, Ibnu ‘Abbas, Ibnu ‘Umar, Ibnu Mas’ud, Abu Sa’id al-Khudri, dan al-Husain bin ‘Ali radhiyallaahu ‘anhum; sumber)
Imam al-Qurthubi rahimahullaah menjelaskan bahwa hukum menuntut ilmu terbagi dua:
Pertama, hukumnya wajib; seperti menuntut ilmu tentang (tauhid), shalat, zakat, dan puasa. Inilah yang dimaksudkan dalam riwayat yang menyatakan bahwa menuntut ilmu itu (hukumnya) wajib.
Kedua, hukumnya fardhu kifayah; seperti menuntut ilmu tentang pembagian berbagai hak, tentang pelaksanaan hukum hadd (qishas, cambuk, potong tangan dan lainnya), cara mendamaikan orang yang bersengketa, dan semisalnya. Sebab, tidak mungkin semua orang dapat mempelajarinya dan apabila diwajibkan bagi setiap orang tidak akan mungkin semua orang bisa melakukannya, atau bahkan mungkin dapat menghambat jalan hidup mereka. Karenanya, hanya beberapa orang tertentu sajalah yang diberikan kemudahan oleh Allah dengan rahmat dan hikmah-Nya.
Ketahuilah, menuntut ilmu adalah suatu kemuliaan yang sangat besar dan menempati kedudukan tinggi yang tidak sebanding dengan amal apa pun.
[Lihat Tafsiir al-Qurthubi (VIII/187), dengan diringkas. Tentang pembagian hukum menuntut ilmu dapat juga dilihat dalam Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/56-62) oleh Ibnu ‘Abdil Barr; sumber]
Keutamaan Menuntut ilmu DENGAN MENDATANGI MAJELIS ILMU
1. Pahala besar bagi mereka yang mendatangi masjid untuk menuntut ilmu
Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
من غدا إلى مسجد لا يريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه ، كان له كأجر حاج ، تاما حجته
Barangsiapa yang pergi ke masjid, tidaklah diinginkannya (untuk pergi ke masjid) kecuali untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajarkan kebaikan. Maka baginya pahala seperti orang yang melakukan haji dengan sempurna.
(Dikatakan syekh al Albaaniy dalam shahiih at targhiib: “Hasan Shahiih”)
2. Dimudahkan jalan menuju surga
Råsulullåh shållallåhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga.
(Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid); sumber)
Di dalam hadits ini terdapat janji Allah ‘Azza wa Jalla bahwa bagi orang-orang yang berjalan dalam rangka menuntut ilmu syar’i, maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju Surga.
“Berjalan menuntut ilmu” mempunyai dua makna:
Pertama, Menempuh jalan dengan artian yang sebenarnya, yaitu berjalan kaki menuju majelis-majelis para ulama.
Kedua, Menempuh jalan (cara) yang mengantarkan seseorang untuk mendapatkan ilmu seperti menghafal, belajar (sungguh-sungguh), membaca, menela’ah kitab-kitab (para ulama), menulis, dan berusaha untuk memahami (apa-apa yang dipelajari). Dan cara-cara lain yang dapat mengantarkan seseorang untuk mendapatkan ilmu syar’i.
“Allah akan memudahkan jalannya menuju Surga” mempunyai dua makna.
Pertama, Allah akan memudah-kan memasuki Surga bagi orang yang menuntut ilmu yang tujuannya untuk mencari wajah Allah, untuk mendapatkan ilmu, mengambil manfaat dari ilmu syar’i dan mengamalkan konsekuensinya.
Kedua, Allah akan memudahkan baginya jalan ke Surga pada hari Kiamat ketika melewati “shirath” dan dimudahkan dari berbagai ketakutan yang ada sebelum dan sesudahnya. Wallaahu a’lam.
Sabtu, 11 Mei 2019
JANGAN TERTIPU
Apa yang engkau banggakan terhadap dunia ini? harta yang melimpah? wajah yang rupawan? atau kedudukan yang tinggi!? lalu apakah itu semua berguna kelak apa bila kita telah tiada? Tidakk!!! sekali2 Tidak!!! itu tidak akan bermanfaat sedikitpun pada kita ,justru akan menjadi beban yang kelak akan di mintai pertanggung jawabannya di hari kiamat,ketahuilah wahai orang2 yang beriman,wajah yang cantik,serta kedudukan dan pangkat yang tinggi semua itu adalah titipan allah sementara, yang sewaktu2 bisa di ambil..maka patutlah kita tertipu dan terlena dengan kehidupan yang fana? allah berfirman dalam surat alhadid ayat 59
إعلموا أنما الحياة الدنيا لعب ولهو
Ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia adalah permainan dan senda gurauan .
naudzubillah tsumma naudzubillah mindzalik maka berusahalah untuk tidak tenggelam di dalam kehidupan dunia yang fana.
Jumat, 10 Mei 2019
Muhasabah DOSA
Oleh: Abu zakariyya rizky hidayat
Dahulu seorang salaf pernah
bermuhasabah dengan dosa yang pernah ia lakukan..Umurnya 60 tahun, jika seandainya dalam satu hari ia melakukan 1 dosan maka 360 hari kali 60 tahun..akan ketemu 21Ribuan kali ia melakukan dosa,,namun ia hanya memikirkan 1 dosa saja kemudian membuatnya pingsan seketika.
.
.
bukan kah nabi muhammad shallallahualaihi wasallam pernah menyampaikan bagaimana seseorang mu'min dalam memandang dosanya
.
.
إن المؤمن يرى ذنوبه كأنه قاعد تحت جبل أن يقع فيه(رواه بخاري)
.
.
sesungguhnya seorang mu'min dalam memandang dosanya seakan ia duduk di bawah sebuah gunung yang akan meruntuhinya (HR.BUKHORI)
.
.
maka coba perhatikan, bagaimana nabi memberikan tamstil/ perumpamaan yang kata para ulama ,jika kita duduk di bawah rumah,pohon,atau benda2ainnya yang akan meruntuhi kita maka akan sangat besar kemungkinan kita akan selamat, namun siapa yang dapat menjamin jika kita berada di bawah sebuah gunung, maka akan sangat kecil kemungkinan kita selamat
.
.
sehingga dengan hadirnya romadhon adalah salah satu faktor yang membuat para salaf bergembira.
Oleh : Abu zakariyya rizky hidayat
.
.
ikutin juga channel youtube kami
(At-Thaubah channel)
FB : Rizky hidayat
Twitter: Rizky hidayat
Kamis, 09 Mei 2019
Membahas ulang konsep moderat (Washatiyyah)
BELAKANGAN ini, kata-kata “moderat” yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab menjadi wasathiyyah menjadi kata-kata yang bertendensi mengangkat satu kelompok tertentu dan menjatuhkan sekelompok yang lain. Kata-kata ini biasanya digunakan sebagai antonim bagi fundamentalisme dan absolutisme. Bahkan, secara salah kaprah, wasathiyyah digunakan untuk mengkategorikan orang-orang yang bertindak dan berpikir secara liberal dalam beragama. Sementara kelompok yang secara konsisten menjalankan ajaran Islam dianggap sebagai tidak moderat (wasathiyyah).
Istilah wasathiyah ini biasanya digunakan dengan menggunakan dasar dalil dari Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 143. Dalam ayat itu disebutkan wa kadzâlika ja‘alnâkum ummatan washatan… (Dan demikianlah kami jadikan kalian sebagai umat yang “wasath”…).
Ayat inilah yang seringkali dieskploitasi tidak pada tempatnya sehingga mengesankan bahwa mereka yang dicap radikal, fundamentalis, literalis, dan label-label stigmatis dan stereotyping lain yang memojokkan sebagian gerakan Islam dianggap telah melanggar ayat ini. Padahal, kalau ditelusuri secara saksama, kata-kata washatan dalam ayat tersebut memiliki arti yang sangat tidak tepat bila digunakan sebagai cap-cap di atas. Tulisan ini akan menelusuri makna dari washatan dalam ayat tersebut dan relevansinya dalam kehidupan kontemporer berdasarkan penelusuran terhadap kitab-kitab tafsir mu‘tabar.
Makna Al-Wasath
Secara bahasa, kata wasath berarti sesuatu yang ada di tengah. Dalam Mufradât Al-fâzh Al-Qur’ân Raghib Al-Isfahani (Jil. II; entri w-s-th) menyebutkan secara bahasa bahwa kata wasath ini berarti, “Sesuatu yang memiliki dua belah ujung yang ukurannya sebanding.”
Kata ini juga bisa bermakna sesuatu yang terjaga, berharga, dan terpilih. Sebab, sesuatu yang ada di tengah-tengah tidak mudah untuk dijangkau secara langsung sehingga memungkinkannya untuk menjadi tempat menyimpan hal-hal yang berharga dan baik. Seperti kata “tengah kota”. Kata ini menunjukkan tempat yang paling baik dan paling berharga dari suatu kota. (Al-Tahrir wa Al-Tanwîr Jil. II hal. 17).
Sementara itu, makna wasath dalam ayat di atas terdapat beberapa penjelasan.
Fakhrudin Al-Râzi menyebutkan ada beberapa makna yang satu sama lain saling berdekatan dan saling melengkapi.
Pertama, wasath berarti adil. Makna ini didasarkan pada ayat-ayat yang semakna, hadis nabi, dan beberapa penjelasan dari sya’ir Arab mengenai makna ini. Berdasarkan riwayat Al-Qaffal dari Al-Tsauri dari Abu Sa’id Al-Khudry dari Nabi Saw. bahwa ummatan wasathan adalah umat yang adil.
Kedua, wasath berarti pilihan. Al-Râzi memilih makna ini dibandingkan dengan makna-makna lainnya, karena beberapa alasan antara lain: kata ini secara bahasa paling dekat dengan makna wasath dan paling sesuai dengan ayat yang semakna dengannya yaitu ayat, “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan ke tangah manusia…” (QS Ali Imrân [3]: 110).
Ketiga, wasath berarti yang paling baik.
Keempat, wasath berarti orang-orang yang dalam beragama berada di tengah-tengah antara ifrâth (berlebih-lebihan hingga mengada-adakan yang bbaru dalam agama) dan tafrîth (mengurang-ngurangi ajaran agama). (Tafsîr Al-Rârî, Jil. II hal. 389-390).
Makna-makna di atas tidak bertentangan satu sama lain. Oleh sebab itu, Al-Sa’di menyimpulkan bahwa ummat wasath yang dimaksud adalah umat yang adil dan terpilih. Allah Subhanahu Wata’ala telah menjadikan umat ini pertengahan (wasath) dalam segala urusan agama (dibanding dengan agama-agama lain) seperti dalam hal kenabian, syari’at, dan lainnya.
Umat islam ini adalah umat yang paling sempurna agamanya, paling baik akhlaknya, paling utama amalnya. Allah Subhanahu Wata’ala telah menganugerahi ilmu, kelembutan budi pekerti, keadilan, dan kebaikan (ihsân) yang tidak diberikan kepada umat lain. Oleh sebab itu, mereka menjadi “ummatan wasathan”, umat yang sempurna dan adil agar “mereka menjadi saksi bagi seluruh manusia.” (Taisîr Al-Karîm Al-Rahmân fî Tafsîr Kalâm Al-Mannân Jil. I hal. 70).
Wallahualam bishowab
Kemuliaan manusia dalam islam
Oleh : Abu zakariyya Rizky hidayat
Agama Islam menghormat manusia dan memuliakannya sebagai manusia tanpa memandang agamanya, bangsanya, jenisnya, tempat tinggalnya, bahasanya dan warna kulitnya. Kemudian manusia dan keistimewaannya di atas makhluk Allah yang lain ialah karena manusia diciptakan oleh Allah langsung sendiri, ditiupkan roh-Nya ke dalamnya, diperintahkan para malaikat bersujud sebagai penghormatan baginya dan dikuasakanlah kepadanya apa yang di alngit dan di bumi.
Allah telah memberinya kekuatan akal, jiwa untuk dapat menguasai dan menjadi tuan di planet bumi ini, untuk memakmurkannya dan mewarisinya dengan menegakkan hak dan keadilan. Berfirmanlah Allah swt.:
“Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Al-Israa’ 70). Pemuliaan ini menjadi sempurna bila manusia terjamin hak-hak azasinya, hak hidup, hak pemilikan, hak kebebasan berpikir, berusaha dan bergerak dan hak mengarungi laut dan darat untuk memnuhi kebutuhan hidupnya jasmani maupun rohani.
Rabu, 10 April 2019
Fiqh islam ,Polemik kampanye sandiaga uno
Oleh:Abu zakariyya rizky bidayat
Dahulu sempat viral video Sandiaga Uno yang saat ini sebagai cawapres indonesia enggan / tidak mau bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahrom, namun tampak beliau saat ini berkampanye bersalaman dengan siapapun.
Apakah ini bentuk inkonsistensi? Lalu bagaimana tinjauan fiqh islam dalam persoalan ini?
Mari kita bahas
بسمﷲ والحمد لله والصلاۃ والسلام علی رسولﷲ
Mana dia antara 2 ungkapan ini yang benar?
الغايۃ تبرر الوسيلۃ
Tujuan membolehkan segala cara.
Atau.
الغايۃ لا تبرر الوسيلۃ
Tujuan tidak membolehkan segala cara.?
Dan apa kaitan nya dengan kaidah fiqh:
الضرورۃ تبيح المحظورات
Darurat membolehkan yang di haramkan?
Tujuan adalah ibadah
wasilah juga ibadah.
Terkadang untuk meraih tujuan,seseorang melakukan sesuatu yang di larang/haram
Contoh:
makan bangkai haram
minum khamer haram
Tapi ketika seseorang terpaksa ,kelaparan,hampir mati dan tidak ada makanan yang halal maka boleh dia makan bangkai sekedar menyambung hidup dan tidak memuaskan nafsunya.
Tujuan dia makan bangkai saat itu apa?
Menyelamatkan diri dari kematian.
Wasilahnya apa?
makan bangkai.
Terpenuhi tujuan nya?
iya.dia bertahan hidup di saat kondisi darurat dengan cara makan bangkai.
Termasuk kaidah yang mana?
Tentu saja.
الضرورۃ تبيح المحظورات
Seuatu yang dharurat boleh melakukan yang haram.
Dan Allah ﷻberfirman:
فمن اضطر غير باغ ولا عاد فلا اثم عليه
Maka barangsiapa yang terpaksa dan tidak sewenang wenang dan melampaui batas maka tidak ada dosa baginya.
(Al baqarah:173)
sedangkan misal ada seseorang ingin meraih simpati ummat dan ia menghalalkan bersalaman dengan lawan jenis agar ia terpilih menjadi seorang caleg atau lain nya maka ini adalah *Tujuan menghalalkan yang di haramkan Allah dan bukan Darurat membolehkan yang di haramkan*
kenapa?
Tujuan:ingin di pilih,meraih simpati.
Wasilah:meraih simpati dan bersalaman dengan non mahram.
Apakah darurat dia harus jadi pemimpin?
sehingga boleh melakukan keharaman?
Bukankan bersalaman dengan non mahram adalah haram?
Maka tidak boleh bersalaman dengan non mahram utk meraih simpati mereka dengan tujuan agar di dukung.
Karena kalo gak salaman nanti akan di tuduh tidak merakyat,keras,fundamentalis dll.
Memang terkadang Tujuan membolehkan sebagian cara:
Tapi dengan 2 syarat:
1.Tujuan nya mulia
2.wasilah nya di syariatkan
Contoh:
Rasulullahﷺberkata kepada nu"aim bin mas"ud
الحرب خدعۃ
perang adalah tipu daya.
Tujuan:mengalahkan musuh
Wasilah:tipu daya
Apakah wasilah nya boleh?Tipu daya?
Jawaban nya:ya boleh.
karena Rasulullah mengizinkan nya,saat perang boleh melakukan tipu daya utk mengelabui musuh.
Tujuan nya mulia:Meninggikan kalimat Allah
Wasilahnya di syariatkan:tipu daya khusus saat perang.
Semoga bisa di fahami.
Contoh lain:
Boleh berbohong di antaranya:
Suami membahagiakan istri
Mendamaikan 2 orang yang berselisih.
Tujuan:
Mulia.
membahagiakan istri
Wasilah:berbohong.
misalkan makanan nya tidak selera,tapi suami bilang makanan nya enak.
Tujuan:
Mulia
Mendamaikan 2 orang,menyelamatkan nyawa.
wasilah:berbohong
Maka jika tujuan nya mulia dan wasilahnya di syariatkan,maka boleh menggunakan wasilah yang asalnya haram tapi ada dalil yang membolehkan nya pada kondisi tertentu dan kasus tertentu.
Contoh yang mirip tapi tidak di bolehkan wasilahnya:
muadz bin jabal sepulang nya dari syam langsung sujud pada rasulullah ﷺ lalu rasul melarang nya dan.
Bersabda:
Kalo aku boleh menyuruh orang utk sujud kepada orang lain maka aku akan suruh seorang istri sujud pada suaminya.
Tujuan:
mulia,mengagungkan rasul
Wasilah:sujud pada rasul.
Ini terlarang.
Maka tujuan tidak
selalu membolehkan /menghalalkan segala cara/wasilah .
Carilah cara yang benar utk meraih maksud dan tujuan
Jika caranya benar atau di syariatkan maka gunakanlah cara itu.
Semoga bermanfaat
وﷲ اعلم بالصواب
Penulis : Abu yazid khulfanudin
Senin, 09 April 2018
DR FIRDAUS ST MT MAJU DI PILGUB
Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat al indunisi.
Dilansir dari media "Utusan Riau .com"
Masyarakat yang di Kecamatan Pekanbaru Kota sangat antusias bertemu dengan Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT di kantor RRI Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman kemarin.
Hadir dalam acara yang dikemas silaturahmi itu Camat Pekanbaru Kota Norpendike, para lurah, RT RW dan para tokoh masyarakat lainnya.
Dalam acara itu, masyarakat yang ada di Kecamatan Pekanbaru Kota menyampaikam aspirasi kepada orang nomor satu tersebut. Salah satunya tentang permasalahan pembangunan serta permasalahan yang terjadi Kecamatan Pekanbaru Kota ' sehingga apa yang menjadi kendala bisa diatasi dengan baik. Seperti masalah lingkungan , sampah, drainase serta yang lainnya.
Menyikapi hal itu, Wali Kota Pekanbaru DR Firdaus ST MT sangat senang dan bangga apa yang telah disampaikan oleh perwakilan masyarakat yang ada di Kecamatan Pekanbaru Kota ini. Dikatakan Firdaus , tentu ia pertama kali akan menampung semua aspirasi yang telah disampaikan.
"Tentunya kita berterima kasih aspirasi yang disampaikan masyarakat. Oleh seban itu, ia akan menekankan kepada OPD terkait untuk menindaklanjuti apa permasalahan yang terjadi. Begitu juga kita minta kepada Camat agar selalu berkordinasi dalam menyelesaikan masalah yang terjadi. Sehingga apa yang menjadi kendala bisa diselesaikan dengan baik,harap Firdaus.
Camat Pekanbaru Kota Norpendike mengatakan, acara silaturahmi dengan masyarakat Pekanbaru Kota sangat baik sekali. Katena dengan adanya acara seperti iji, maka masyarakat akan lebih dekat lagi dengan pemimpinnya yakni Wali Kota Pekanbaru."Jadi dengan adanya acara silaturahmi ini apa aspirasi dari masyarakat bisa disampaikan langsung ke walikota. Sehingga bisa dicarikan jalan keluarnya," harap Norpendike.
Sementara itu, dalam acara silaturahmi itu ada hal yang menarik disampaikan kepada walikota. Salah satunya disampaikan oleh perwakilam warga Fadel Muhammad.
Menurutya masyarakat yang ada di Kecamatan Pekanbaru Kota ini mendukung penuh kepada Walikota Pekanbaru DR H Firdaus untuk maju mencalonkam diri pada Pilgubri pada tahun depan.
"Kami atas nama masyarakat Kecamatan Pekanbaru Kota s memohon dan mendukung penuh pak walikota mencalonkan diri sebagai guberrnur. Semoga dukungan yang kami berikan ini menjadi motivasi yang baik bagi pak walikota di masa mendatang,ungkap Fadel seraya menyatakan bahwa dukungan yang diberikan ini mendapat ridho oleh Allah azza wajalla
Dalam acara silaturahmi yang berjalan dengan penuh tawa dan canda itu membuat walikota Pekanbaru merasa banga dan tersanjung. Pada acara itu juga Walikota Pekanbaru memberikan hadiah-hadiah yang menarik kepada pemenang lomba dalam rangkaian acara Jambore PKK yang sudah dilaksanakan.
TEMBUSAN ANAK PANAH TAK MEMBUATNYA BERGEMING
Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat al indunisi.
Dalam perjalanan pulang dari Perang Dzatur Riqa,Nabi Shalallahu'Alaihi wa Salam memutuskan untuk bermalam di suatu tempat sambil beristirahat.
Beliau menawarkan bagi siapa saja yang bersedia untuk menjaga keselamatan pasukan malam itu.Maka berdirilah satu orang Anshar,yakni Abbad bin Bisyr dan seorang Muhajirin yakni
Ammar bin Yasir.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salam menyuruh mereka berdua untuk berjaga di suatu tempat yang disebut pintu syi’b.Mereka berdua pun berangkat ke sana.
Sampai di pintu syi’b tersebut.
Abbad bertanya kepada Ammar,
“Pada bagian malam manakah engkau inginkan aku berjaga,awal malam atau akhir malam?”
“Biarlah aku berjaga di akhir malam,”
Kata Ammar,kemudian ia tidur.
Sambil berjaga,Abbad mengerjakan shalat malam.Ternyata malam itu ada seorang musyrik yang mengikuti mereka dengan diam-diam.Begitu melihat dua orang yang berjaga,dimana salah satunya sedang tidur,Lelaki musyrik itu melepas anak panahnya dan mengenai Abbad yang sedang shalat.
Walau terpanah,Abbad tidak menghentikan shalatnya.Ia mencabut panah tersebut dan terus shalat.Lelaki musyrik itu memanah lagi dan mengenainya,tetapi itupun belum menghentikan Abbad bin Bisyr dari shalatnya.
Pada kali ketiga ketika panah mengenainya,Abbad ruku dan sujud,kemudian membangunkan Ammar dan berkata,
“Bangun dan duduklah,aku telah terpanah dan tertahan di tempatku!”
Lelaki musyrik tersebut telah melompat keluar dari persembunyiannya untuk menyerang,tetapi begitu melihat dua orang yang bersiap dan mengetahui kehadirannya,ia segera melarikan diri.
Melihat keadaan Abbad yang berlumuran darah,
Ammar berteriak kaget,
“Subhanallah,mengapa engkau tidak membangunkan aku saat pertama ia memanahmu?”
“Saat itu aku sedang membaca satu surat,"
Kata Abbad menjelaskan,
“Aku tidak suka menghentikan membacanya kecuali telah tamat satu surat tersebut. Demi Allah,jika tidak karena khawatir melalaikan tugas Nabi untuk berjaga,aku lebih suka mati daripada menghentikan bacaan Qur’anku tersebut.”
Dalam suatu riwayat dijelaskan,saat itu Abbad sedang membaca surat
al Kahfi.
MasyaAllah,betapa indahnya ketika seseorang sedang merasakan manisnya iman,sampai-sampai sesuatu yang melukainya pun tak membuatnya goyah dalam mengerjakan solat,seperti kisah sahabat Nabi di atas
Minggu, 08 April 2018
Membangun sinergi antara orang tua dan guru
MEMBANGUN SINERGI ANTARA ORANG TUA DAN GURU
Oleh:Abuzakariyya rizky hidayat alindunisi.
DALAM dunia pendidikan kita, sejauh ini kerjasama antara guru dan orangtua belum berjalan secara efektif. Orangtua kurang intens berkomunikasi dengan guru, bahkan ketika diundang ke sekolah banyak orangtua yang merespon negatif. Anggapan bahwa undangan ke sekolah identik dengan penarikan iuran dan pembayaran masih melekat di sebagian wali murid. Kesenjangan psikologis antara orangtua dan guru harus direduksi karena pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
Orangtua dan guru memiliki kedudukan strategis dalam pendidikan. Orangtua adalah guru pertama bagi anak-anak, dan guru adalah penerus pendidikan di luar lingkungan keluarga. Orangtua yang perhatian terhadap anak dalam belajar di rumah akan memudahkan kerja guru di sekolah, begitu juga sebaliknya. Kejelasan dalam penyampaian materi di sekolah akan memudahkan bagi orangtua dalam membina anak di rumah.
Sayang, tidak semua orangtua dapat memiliki waktu lebih untuk menemani anaknya belajar. Kesibukan mencari nafkah dan ketidakmampuan mengikuti perubahan kurikulum pendidikan menjadi faktor kurangnya intensitas komunikasi belajar orangtua dan anak di rumah. Dan dampaknya jelas, anak-anak kurang optimal dalam merengkuh prestasi belajar.
Minimnya intensitas komunikasi belajar orangtua dan anak di rumah merupakan pertanda bahwa tradisi keilmuan belum menjadi sistem nilai yang dianut oleh banyak keluarga. Banyak orangtua yang terjebak pada kapitalisme dan pola hidup hedonis karena menjadi pemuja tayangan media televisi yang menyuguhkan berbagai acara yang kurang edukatif . Apa yang dilihatnya tertanam dalam alam bawah sadar orangtua sehingga mimicu pola hidup workaholic yang justru melalaikan pentingnya komunikasi belajar dengan anaknya. Banyak orangtua yang bekerja siang dan malam, namun tidak diimbangi bagaimana membekali anak-anak dengan keilmuan yang luas. Orangtua kini lebih puas dapat menuruti permintaan anak dibanding mendidik dengan benar.
Kurangnya komunikasi orangtua dan anak dalam belajar tidak saja menjadikan prestasi belajar kurang optimal namun juga karakter yang tidak berkembang dengan baik. Terlebih sikap permisif orangtua terhadap anak kini semakin dominan dalam kehidupan karena pengaruh media dan gaya hidup masyarakat modern. Orangtua dirasa terlalu longgar dalam mendidik anak. Dampaknya jelas, kenakalan remaja menjadi semakin masif terjadi.
Jumat, 06 April 2018
Bersedekah dengan mengharapkan ganjaran?
Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat alindunis
Bersedekah Dengan Harapan Dapat Ganjaran Berkali Lipat, Memang Boleh?
Sahabat Muslim yang di rahmati allah, testimoni tentang keajaiban sedekah sudah sering kita dengar dari banyak orang. Ada yang punya bisnis, setelah sedekah, omzetnya langsung naik luar biasa dahsyatnya.
Ada yang sedang sakit, begitu sedekah bisa sembuh dari penyakitnya. Ada juga yang selamat dari kecelakaan karena rajin bersedekah.
Tapi memangnya kita boleh bersedekah dengan niat untuk dapat ganjaran di dunia atau ganjaran berkali-kali lipat?
Sahabat, jika hanya sekadar pertanyaan boleh atau tidak boleh, yaa tentu saja jawabannya adalah boleh. Dengan bersedekah kita telah membantu orang lain yang kesulitan, membantu orang adalah perbuatan mulia, dengan niat apapun itu, mengapa tidak boleh?
Akan tetapi, jika kita bicara rugi atau tidak rugi, sungguh amat merugi orang yang bersedekah hanya untuk mendapat ganjaran di dunia semata. Apa saja kerugiannya?
Berikut ini beberapa di antaranya:
Jika hanya berharap mendapatkan kembali harta dengan jumlah berkali lipat dari yang disedekahkan, dan Allah telah membayar tunai ganjaran di dunia sebagaimana yang diharapkan, jangan-jangan di akhirat kita tak lagi memperoleh pahala kebaikan apapun.
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (١٥) أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٦)
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan perkerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperolah di akhirat, kecuali Neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakaan
(QS. Hud: 15-16)
Ada loh ahli sedekah yang justru masuk neraka.
Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah menyatakan bahwa ada seorang syuhada, ahli quran dan ahli sedekah yang diseret ke dalam neraka.
Mengapa hal tersebut terjadi? Ya, karena ia melakukan sedekahnya dengan niat riya alias pamer ke manusia. Agar disebut dermawan.
Perlu diingat bahwa riya merupakan syirik kecil yang amat halus, letaknya di dalam hati sehingga KITA TIDAK BERHAK menghakimi orang lain berbuat riya, tapi kita HARUS menghakimi diri sendiri, apakah kita melakukan suatu amalan karena riya atau tidak.
Oleh sebab itu, penting sekali meluruskan niat dalam bersedekah. Yakni hanya untuk Allah, dan bukannya hanya untuk melancarkan urusan kita di dunia semata.
Rentan untuk meninggalkan sedekah jika ternyata tidak mendapat ganjaran sebagaimana yang diharapkan
Orang-orang yang bersedekah hanya karena ingin hartanya balik berkali lipat, mendapat jodoh, mendapat kesembuhan dari penyakit, dan keuntungan duniawi lainnya, amat rentan untuk meninggalkan sedekah ketika apa yang menjadi hajatnya tidak tercapai.
Sehingga motivasi duniawi ini meskipun diperbolehkan untuk mendorong semangat di awal-awal, tapi sebaiknya segera dikuatkan dengan niat lurus hanya untuk Allah saja setelah terbiasa melakukannya.
Sahabat, semoga Allah memudahkan kita bersedekah dengan niat lurus, dan biarkan keuntungan duniawi hanya sebagai bonus tambahan semata.
Jalan jalan ke negara eropa
LONDON (UK) UNITED KINGDOM INGGRIS
Assalamualaikum teman teman saya ingin berbagi cerita nih mengenai pengalaman yang tak terlupakan ketika saya travelling ke ke salah satu kota terbaik dan merupakan kota bersejarah di benua eropa. Pengalaman berlibur saya kali ini adalah berwisata ke kota london. Kota london merupakan ibukota Inggris, London menjadi salah satu kota besar di Eropa yang menjadi tujuan para turis untuk menghabiskan waktu liburan mereka. Kota ini ramai dikunjungi wisatawan yang penasaran ingin melihat kemegahan ibukota negara besar Inggris.
Sebelum saya pergi ke london tentunya saya harus melakukan persiapan yang baik, saya merencanakan semua perjalanan saya tanpa melalui agen atau biro perjalanan, hal ini agar saya mendapatkan kepuasan dalam menjelajah ibu kota inggris serta untuk lebih menghemat uang.
Perencanaan dimulai dari mulai pembeliaan tiket pesawat pulang-pergi, persiapkan barang-barang yang diperlukan selama disana seperti fotocopy paspor untuk bepergian, paspor asli disimpan di safety box agar aman, kecuali jika dibutuhkan untuk melengkapi transaksi tertentu.
Kemudian menyusun tempat-tempat yang wajib dikunjungi, pencarian tempat tinggal sementara (apartemen) yang murah, maklum yah, karena menurut saya daripada anda menyewa hotel untuk seminggu atau mungkin berbulan-bulan, lebih baik menyewa apartemen harganya lebih murah lho, tentunya dengan bantuan searching dari mbah google, akhirnya saya menemuka beberaapa situs referensi dan sangat membantu saya dan sekeluarga untuk menemukan penyewaan apartemen-apartemen murah
pengalaman saya sampai di kota london kesan saya katakan kota ini sangat menakjubkan,
Kota ini memiliki banyak tempat dengan nilai sejarah yang tinggi. Selain itu, kota ini juga menyediakan fasilitas pendukung dengan baik seperti sistem transportasi yang memadai atau sistem keamanan yang tanggap. Kota ini menawarkan sebuah pengalaman ruang unik dibandingkan dengan kota-kota lainnya di daratan Britania karena london merupakan kota yang pernah menjadi kota paling berpengaruh di dunia, kota ini sangat memelihara situs-situs sejarah, serta bangnan-bangunan indah yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.sehingga Di awal tahun 2018 kemarin, London menyandang predikat sebagai kota terbaik di dunia. Predikat ini diberikan oleh situs pencarian traveling, TripAdvisor. Para traveler dari berbagai belahan dunia pun mengakui London menghadirkan pariwisata terbaik untuk turisnya, termasuk saya sendiri merasakannya.
bercerita mengenai akomodasi
Dengan sistem transportasi yang sinergis, kota ini menyediakan sistem tiket yang tidak rumit guna menikmati berbagai moda transportasi. Jika anda tinggal satu minggu di London dan selama satu minggu tersebut anda akan jalan-jalan terus; maka anda dapat membeli Oyster Card (kartu pintar yang dapat digunakan di berbagai moda transportasi seperti bus, tube, kereta listrik, dan DLR) dan mengisinya dengan paket travelcard 7 hari tergantung pada zona mana saja yang ingin anda kunjungi. Itu akan lebih murah dibandingkan dengan anda membeli tiket travelcard one day selama 7 hari atau membeli Pay-As-You-Go (dengan asumsi anda sangat sering menggunakan moda transportasi selama 7 hari tersebut). Untuk mengenal lebih jauh mengenai sistem transportasi, Jangan lupa untuk menggunakan moda bus double decker khas Inggris.
Jika anda memiliki waktu terbatas di London, maka anda dapat membeli paket city tour yang hop on hop off.Dengan begitu, perjalanan anda akan lebih efisien dan anda akan langsung berhenti di titik-titik destinasi pariwisata.
Sekian cerita singkat mengenai travelling saya di london,,maklum hehe di london cuma 5 hari.
Rabb QU pencipta alam semesta
RAB QU PENCIPTA ALAM SEMESTA
Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat al indunisi.
Hai alamku
Betapa indahnya dirimu
Lambaian udara" segar yang menidurkanku
Bunyi" air mengalir yang mengusik sukma ku
Hai Gunung
Betapa tingginya dirimu
Keindahanmu yang tak terselami
Oh hijaunya dirimu
Hai kau lembah"
Lembah hijau bertebaran
burung" menyanyi mengiringi
Sempurna sudah kediamanku alam nan hijau ini
Semua nya adalah kuasa dari RAB semesta alam ALLAH Azza wajalla
seberapa besar keagungan ciptaanMU engkau lah pemilik semua ke agungan ini
Biarkan kami menikmati ciptaanmu
hingg engkau panggil kami untuk kembali.
Rizky hidayat abu zakariyya
Kamis, 05 April 2018
Bertemu teman menjalin ukhwah
BERTEMU TEMAN MENJALIN UKHWAH
Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat alindunisi.
Terwujudnya Ukhuwah Islamiyah merupakan dambaan setiap Muslim. Hanya sayang, pengertian ukhuwah sudah menjadi kabur dan hanya merupakan istilah global yang diucapkan berulang-ulang tanpa makna. Misalnya, seseorang mengajak berukhuwah, namun sebentar kemudian ia sudah memancing perseteruan dengan melancarkan cercaan kepada para ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Padahal justru merekalah yang seharusnya menjadi poros paling utama untuk mendapatkan ikatan ukhuwah dan kecintaan sepeninggal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi terdahulu. Tetapi demikianlah, banyak orang yang sikap dan orientasinya terkungkung oleh opini fanatisme golongan. Bagaimanapun masalah ukhuwah (persaudaraan) dan persatuan ini merupakan masalah yang sangat penting.
Sesungguhnya Islam sangat menekankan persaudaraan dan persatuan. Bahkan Islam itu sendiri datang untuk mempersatukan pemeluk-pemeluknya, bukan untuk memecah belah.
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah, dalam al-Ushûlus-Sittah, pada pokok yang kedua,[1] mengatakan: “Allah Azza wa Jalla memerintahkan agar (umat Islam) bersatu di dalam agama dan melarang berpecah belah di dalamnya. Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan hal ini dengan penjelasan yang sangat terang dan mudah dipahami oleh orang-orang awam. Allah Azza wa Jalla melarang kita menjadi seperti orang-orang sebelum kita yang berpecah belah dan berselisih dalam urusan agama hingga mereka hancur karenanya.”
Masalah persatuan ini, oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah diangkat sebagai masalah pokok di antara enam pokok yang beliau rahimahullah angkat. Demikian pula, para ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah pun memandang penting masalah ini.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimîn rahimahullah dalam syarahnya terhadap kitab ini menyebutkan dalil-dalilnya dari al-Qur’ân, Sunnah, kehidupan praktis para sahabat dan Salafus Shâlih.[2]
Adapun dalil dari al-Qur’ân, di antaranya firman Allah Azza wa Jalla:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [Ali Imrân/3:103]
Imam ath-Thabariy dalam tafsirnya mengatakan [3] : “Yang diinginkan oleh Allah Azza wa Jalla dengan ayat ini ialah: Berpeganglah kalian pada agama dan ketetapan Allah Azza wa Jalla yang dengan agama serta ketetapan itu Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan agar kalian bersatu padu dalam satu kalimatul haq (kebenaran) dan menyerah pada perintah Allah Azza wa Jalla “.
Kemudian tentang firman Allah Azza wa Jalla pada ayat ini yang berbunyi:
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
dan ingatlah akan nikmat Allah Azza wa Jallaepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara.[Ali Imrân/3:103].
Sekian semoga kita dapat menjalin ukhwah islamiyah terhadap sesama kaum muslimin yang kita cintai.
Akhukum rizky hidayat (Abu zakariyya)




