Senin, 09 April 2018

TEMBUSAN ANAK PANAH TAK MEMBUATNYA BERGEMING

Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat al indunisi.

Dalam perjalanan pulang dari Perang Dzatur Riqa,Nabi Shalallahu'Alaihi wa Salam memutuskan untuk bermalam di suatu tempat sambil beristirahat.

Beliau menawarkan bagi siapa saja yang bersedia untuk menjaga keselamatan pasukan malam itu.Maka berdirilah satu orang Anshar,yakni Abbad bin Bisyr dan seorang Muhajirin yakni 
Ammar bin Yasir.

  Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salam menyuruh mereka berdua untuk berjaga di suatu tempat yang disebut pintu syi’b.Mereka berdua pun berangkat ke sana.

Sampai di pintu syi’b tersebut.
Abbad bertanya kepada Ammar,
“Pada bagian malam manakah engkau inginkan aku berjaga,awal malam atau akhir malam?”
“Biarlah aku berjaga di akhir malam,”
Kata Ammar,kemudian ia tidur. 

Sambil berjaga,Abbad mengerjakan shalat malam.Ternyata malam itu ada seorang musyrik yang mengikuti mereka dengan diam-diam.Begitu melihat dua orang yang berjaga,dimana salah satunya sedang tidur,Lelaki musyrik itu melepas anak panahnya dan mengenai Abbad yang sedang shalat.

Walau terpanah,Abbad tidak menghentikan shalatnya.Ia mencabut panah tersebut dan terus shalat.Lelaki musyrik itu memanah lagi dan mengenainya,tetapi itupun belum menghentikan Abbad bin Bisyr dari shalatnya.

Pada kali ketiga ketika panah mengenainya,Abbad ruku dan sujud,kemudian membangunkan Ammar dan berkata,
“Bangun dan duduklah,aku telah terpanah dan tertahan di tempatku!”

Lelaki musyrik tersebut telah melompat keluar dari persembunyiannya untuk menyerang,tetapi begitu melihat dua orang yang bersiap dan mengetahui kehadirannya,ia segera melarikan diri.

Melihat keadaan Abbad yang berlumuran darah,
Ammar berteriak kaget,
“Subhanallah,mengapa engkau tidak membangunkan aku saat pertama ia memanahmu?”
“Saat itu aku sedang membaca satu surat,"
Kata Abbad menjelaskan,
“Aku tidak suka menghentikan membacanya kecuali telah tamat satu surat tersebut. Demi Allah,jika tidak karena khawatir melalaikan tugas Nabi untuk berjaga,aku lebih suka mati daripada menghentikan bacaan Qur’anku tersebut.”

Dalam suatu riwayat dijelaskan,saat itu Abbad sedang membaca surat 
al Kahfi.

MasyaAllah,betapa indahnya ketika seseorang sedang merasakan manisnya iman,sampai-sampai sesuatu yang melukainya pun tak membuatnya goyah dalam mengerjakan solat,seperti kisah sahabat Nabi di atas

Minggu, 08 April 2018

Membangun sinergi antara orang tua dan guru

MEMBANGUN SINERGI ANTARA ORANG TUA DAN GURU

Oleh:Abuzakariyya rizky hidayat alindunisi.

DALAM dunia pendidikan kita, sejauh ini kerjasama antara guru dan orangtua belum berjalan secara efektif. Orangtua kurang intens berkomunikasi dengan guru, bahkan ketika diundang ke sekolah banyak orangtua yang merespon negatif. Anggapan bahwa undangan ke sekolah identik dengan penarikan iuran dan pembayaran masih melekat di sebagian wali murid. Kesenjangan psikologis antara orangtua dan guru harus direduksi karena pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

Orangtua dan guru memiliki kedudukan strategis dalam pendidikan. Orangtua adalah guru pertama bagi anak-anak, dan guru adalah penerus pendidikan di luar lingkungan keluarga. Orangtua yang perhatian terhadap anak dalam belajar di rumah akan memudahkan kerja guru di sekolah, begitu juga sebaliknya. Kejelasan dalam penyampaian materi di sekolah akan memudahkan bagi orangtua dalam membina anak di rumah.

Sayang, tidak semua orangtua dapat memiliki waktu lebih untuk menemani anaknya belajar. Kesibukan mencari nafkah dan ketidakmampuan mengikuti perubahan kurikulum pendidikan menjadi faktor kurangnya intensitas komunikasi belajar orangtua dan anak di rumah. Dan dampaknya jelas, anak-anak kurang optimal dalam merengkuh prestasi belajar.

Minimnya intensitas komunikasi belajar orangtua dan anak di rumah merupakan pertanda bahwa tradisi keilmuan belum menjadi sistem nilai yang dianut oleh banyak keluarga. Banyak orangtua yang terjebak pada kapitalisme dan pola hidup hedonis karena menjadi pemuja tayangan media televisi yang menyuguhkan berbagai acara yang kurang edukatif . Apa yang dilihatnya tertanam dalam alam bawah sadar orangtua sehingga mimicu pola hidup  workaholic yang justru melalaikan pentingnya komunikasi belajar dengan anaknya. Banyak orangtua yang bekerja siang dan malam, namun tidak diimbangi bagaimana membekali anak-anak dengan keilmuan yang luas. Orangtua kini lebih puas dapat menuruti permintaan anak dibanding mendidik dengan benar.

Kurangnya komunikasi orangtua dan anak dalam belajar tidak saja menjadikan prestasi belajar kurang optimal namun juga karakter yang tidak berkembang dengan baik. Terlebih sikap permisif orangtua terhadap anak kini semakin dominan dalam kehidupan karena pengaruh media dan gaya hidup masyarakat modern. Orangtua dirasa terlalu longgar dalam mendidik anak. Dampaknya jelas, kenakalan remaja menjadi semakin masif terjadi.

Jumat, 06 April 2018

Bersedekah dengan mengharapkan ganjaran?


Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat alindunis

Bersedekah Dengan Harapan Dapat Ganjaran Berkali Lipat, Memang Boleh?

Sahabat Muslim yang di rahmati allah, testimoni tentang keajaiban sedekah sudah sering kita dengar dari banyak orang. Ada yang punya bisnis, setelah sedekah, omzetnya langsung naik luar biasa dahsyatnya.

Ada yang sedang sakit, begitu sedekah bisa sembuh dari penyakitnya. Ada juga yang selamat dari kecelakaan karena rajin bersedekah.

Tapi memangnya kita boleh bersedekah dengan niat untuk dapat ganjaran di dunia atau ganjaran berkali-kali lipat?

Sahabat, jika hanya sekadar pertanyaan boleh atau tidak boleh, yaa tentu saja jawabannya adalah boleh. Dengan bersedekah kita telah membantu orang lain yang kesulitan, membantu orang adalah perbuatan mulia, dengan niat apapun itu, mengapa tidak boleh?

Akan tetapi, jika kita bicara rugi atau tidak rugi, sungguh amat merugi orang yang bersedekah hanya untuk mendapat ganjaran di dunia semata. Apa saja kerugiannya?
Berikut ini beberapa di antaranya:

Jika hanya berharap mendapatkan kembali harta dengan jumlah berkali lipat dari yang disedekahkan, dan Allah telah membayar tunai ganjaran di dunia sebagaimana yang diharapkan, jangan-jangan di akhirat kita tak lagi memperoleh pahala kebaikan apapun.

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (١٥) أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٦)

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan perkerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperolah di akhirat, kecuali Neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakaan
(QS. Hud: 15-16)

  Ada loh ahli sedekah yang justru masuk neraka.

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah menyatakan bahwa ada seorang syuhada, ahli quran dan ahli sedekah yang diseret ke dalam neraka.

Mengapa hal tersebut terjadi? Ya, karena ia melakukan sedekahnya dengan niat riya alias pamer ke manusia. Agar disebut dermawan.

Perlu diingat bahwa riya merupakan syirik kecil yang amat halus, letaknya di dalam hati sehingga KITA TIDAK BERHAK menghakimi orang lain berbuat riya, tapi kita HARUS menghakimi diri sendiri, apakah kita melakukan suatu amalan karena riya atau tidak.

Oleh sebab itu, penting sekali meluruskan niat dalam bersedekah. Yakni hanya untuk Allah, dan bukannya hanya untuk melancarkan urusan kita di dunia semata.

Rentan untuk meninggalkan sedekah jika ternyata tidak mendapat ganjaran sebagaimana yang diharapkan

Orang-orang yang bersedekah hanya karena ingin hartanya balik berkali lipat, mendapat jodoh, mendapat kesembuhan dari penyakit, dan keuntungan duniawi lainnya, amat rentan untuk meninggalkan sedekah ketika apa yang menjadi hajatnya tidak tercapai.

Sehingga motivasi duniawi ini meskipun diperbolehkan untuk mendorong semangat di awal-awal, tapi sebaiknya segera dikuatkan dengan niat lurus hanya untuk Allah saja setelah terbiasa melakukannya.

Sahabat, semoga Allah memudahkan kita bersedekah dengan niat lurus, dan biarkan keuntungan duniawi hanya sebagai bonus tambahan semata.

Jalan jalan ke negara eropa

LONDON (UK) UNITED KINGDOM INGGRIS

Assalamualaikum teman teman saya ingin berbagi cerita nih mengenai  pengalaman yang tak terlupakan ketika saya travelling ke ke salah satu kota terbaik dan merupakan kota bersejarah di benua eropa. Pengalaman berlibur saya kali ini adalah berwisata ke kota london. Kota london merupakan ibukota Inggris, London menjadi salah satu kota besar di Eropa yang menjadi tujuan para turis untuk menghabiskan waktu liburan mereka. Kota ini ramai dikunjungi wisatawan yang penasaran ingin melihat kemegahan ibukota negara besar Inggris.

Sebelum saya pergi ke london tentunya saya harus melakukan persiapan yang baik, saya merencanakan semua perjalanan saya tanpa melalui agen atau biro perjalanan, hal ini agar saya mendapatkan kepuasan dalam menjelajah ibu kota inggris serta untuk lebih menghemat uang.

Perencanaan dimulai dari mulai pembeliaan tiket pesawat pulang-pergi, persiapkan barang-barang yang diperlukan selama disana seperti fotocopy paspor untuk bepergian, paspor asli disimpan di safety box agar aman, kecuali jika dibutuhkan untuk melengkapi transaksi tertentu.

Kemudian menyusun tempat-tempat yang wajib dikunjungi, pencarian tempat tinggal sementara (apartemen) yang murah, maklum yah, karena menurut saya daripada anda menyewa hotel untuk seminggu atau mungkin berbulan-bulan, lebih baik menyewa apartemen harganya lebih murah lho, tentunya dengan bantuan searching dari mbah google, akhirnya saya menemuka beberaapa situs referensi dan sangat membantu saya dan sekeluarga untuk menemukan penyewaan apartemen-apartemen murah

pengalaman saya sampai di kota london kesan saya katakan kota ini sangat menakjubkan,
Kota ini memiliki banyak tempat dengan nilai sejarah yang tinggi. Selain itu, kota ini juga menyediakan fasilitas pendukung dengan baik seperti sistem transportasi yang memadai atau sistem keamanan yang tanggap. Kota ini menawarkan sebuah pengalaman ruang unik dibandingkan dengan kota-kota lainnya di daratan Britania karena london merupakan kota yang pernah menjadi kota paling berpengaruh di dunia, kota ini sangat memelihara situs-situs sejarah, serta bangnan-bangunan indah yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.sehingga Di awal tahun 2018 kemarin, London menyandang predikat sebagai kota terbaik di dunia. Predikat ini diberikan oleh situs pencarian traveling, TripAdvisor. Para traveler dari berbagai belahan dunia pun mengakui London menghadirkan pariwisata terbaik untuk turisnya, termasuk saya sendiri merasakannya.

bercerita mengenai akomodasi
Dengan sistem transportasi yang sinergis, kota ini menyediakan sistem tiket yang tidak rumit guna menikmati berbagai moda transportasi.  Jika anda tinggal satu minggu di London dan selama satu minggu tersebut anda akan jalan-jalan terus; maka anda dapat membeli Oyster Card (kartu pintar yang dapat digunakan di berbagai moda transportasi seperti bus, tube, kereta listrik, dan DLR) dan mengisinya dengan paket travelcard 7 hari tergantung pada zona mana saja yang ingin anda kunjungi. Itu akan lebih murah dibandingkan dengan anda membeli tiket travelcard one day selama 7 hari atau membeli Pay-As-You-Go (dengan asumsi anda sangat sering menggunakan moda transportasi selama 7 hari tersebut). Untuk mengenal lebih jauh mengenai sistem transportasi, Jangan lupa untuk menggunakan moda bus double decker khas Inggris.
Jika anda memiliki waktu terbatas di London, maka anda dapat membeli paket city tour yang hop on hop off.Dengan begitu, perjalanan anda akan lebih efisien dan anda akan langsung berhenti di titik-titik destinasi pariwisata.

Sekian cerita singkat mengenai travelling saya di london,,maklum hehe di london cuma 5 hari.

Rabb QU pencipta alam semesta

RAB QU PENCIPTA ALAM SEMESTA

Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat al indunisi.

Hai alamku
Betapa indahnya dirimu
Lambaian udara" segar yang menidurkanku
Bunyi" air mengalir yang mengusik sukma ku

Hai Gunung
Betapa tingginya dirimu
Keindahanmu yang tak terselami
Oh hijaunya dirimu

Hai kau lembah"
Lembah hijau bertebaran
burung" menyanyi mengiringi
Sempurna sudah kediamanku alam nan hijau ini

Semua nya adalah kuasa dari RAB semesta alam ALLAH Azza wajalla

seberapa besar keagungan ciptaanMU engkau lah pemilik semua ke agungan ini

Biarkan kami menikmati ciptaanmu
hingg engkau panggil kami untuk kembali.

Rizky hidayat abu zakariyya

Kamis, 05 April 2018

Bertemu teman menjalin ukhwah

BERTEMU TEMAN MENJALIN UKHWAH

Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat alindunisi.

Terwujudnya Ukhuwah Islamiyah merupakan dambaan setiap Muslim. Hanya sayang, pengertian ukhuwah sudah menjadi kabur dan hanya merupakan istilah global yang diucapkan berulang-ulang tanpa makna. Misalnya, seseorang mengajak berukhuwah, namun sebentar kemudian ia sudah memancing perseteruan dengan melancarkan cercaan kepada para ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Padahal justru merekalah yang seharusnya menjadi poros paling utama untuk mendapatkan ikatan ukhuwah dan kecintaan sepeninggal Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi terdahulu. Tetapi demikianlah, banyak orang yang sikap dan orientasinya terkungkung oleh opini fanatisme golongan. Bagaimanapun masalah ukhuwah (persaudaraan) dan persatuan ini merupakan masalah yang sangat penting.

Sesungguhnya Islam sangat menekankan persaudaraan dan persatuan. Bahkan Islam itu sendiri datang untuk mempersatukan pemeluk-pemeluknya, bukan untuk memecah belah.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah, dalam al-Ushûlus-Sittah, pada pokok yang kedua,[1] mengatakan: “Allah Azza wa Jalla memerintahkan agar (umat Islam) bersatu di dalam agama dan melarang berpecah belah di dalamnya. Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan hal ini dengan penjelasan yang sangat terang dan mudah dipahami oleh orang-orang awam. Allah Azza wa Jalla melarang kita menjadi seperti orang-orang sebelum kita yang berpecah belah dan berselisih dalam urusan agama hingga mereka hancur karenanya.”

Masalah persatuan ini, oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah diangkat sebagai masalah pokok di antara enam pokok yang beliau rahimahullah angkat. Demikian pula, para ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah pun memandang penting masalah ini.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimîn rahimahullah dalam syarahnya terhadap kitab ini menyebutkan dalil-dalilnya dari al-Qur’ân, Sunnah, kehidupan praktis para sahabat dan Salafus Shâlih.[2]

Adapun dalil dari al-Qur’ân, di antaranya firman Allah Azza wa Jalla:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [Ali Imrân/3:103]

Imam ath-Thabariy dalam tafsirnya mengatakan [3] : “Yang diinginkan oleh Allah Azza wa Jalla dengan ayat ini ialah: Berpeganglah kalian pada agama dan ketetapan Allah Azza wa Jalla yang dengan agama serta ketetapan itu Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan agar kalian bersatu padu dalam satu kalimatul haq (kebenaran) dan menyerah pada perintah Allah Azza wa Jalla “.

Kemudian tentang firman Allah Azza wa Jalla pada ayat ini yang berbunyi:

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

dan ingatlah akan nikmat Allah Azza wa Jallaepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu karena nikmat Allah, menjadilah kamu orang yang bersaudara.[Ali Imrân/3:103].

Sekian semoga kita dapat menjalin ukhwah islamiyah terhadap sesama kaum muslimin yang kita cintai.

Akhukum rizky hidayat (Abu zakariyya)

Puisi untuk 212

PUISI UNTUK 212

Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat alindunisi.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin,
Sungguh betapa indah pemandangan,
Pagi yang cerah dan berawan,
Lapangan Monas dalam keteduhan,
Pakaian putih lambang kesucian,
Dari ketinggian terlihat memenuhi lapangan,
Dari penjuru Monas Muslim datang berombongan,
Duduk menyatu dalam barisan,
dzikir dan doa pun terus terlantun,
Petuah para Ulama agendanya jam delapan,

Seruan Takbir terus bergema,
الله أكبر … الله أكبر … الله أكبر
Menyatu dalam partikel udara,
Membumbung dan membahana di angkasa,
Semoga Pintu langit terbuka,
Yaa Rabbanaa,
Kami hamba-Mu Aksi Bela Islam Tiga,
Semoga Engkau kumpulkan kami di Surga
Sebagaima Engkau kumpulkan kami di Monas Jakarta,
bersatu dalam kalimat “Laa Ilaaha Illallah”.

Baginya Aksi Bela Islam bukan sekedar unjuk rasa biasa. Aksi Bela Islam adalah sebentuk pembuktian komitmen seorang muslim terhadap agamanya.

Rabu, 04 April 2018

Momen 212

212 KEBANGKITAN ISLAM

Oleh:abu zakariyya rizky hidayat alindunisi.

Buah dari munculnya ukhuwah adalah berdirinya sentra-sentra ekonomi keumatan. Dan itu hendaknya juga diikuti oleh bidang-bidang lain, seperti pendidikan, politik, media, dan sebagainya. Boleh? Hal itu sah-sah saja karena dijamin oleh konstitusi.
Reuni 212 adalah momentum memupuk ukhuwah dan memberi sentuhan akan pentingnya saling menolong, karena pada dasarnya umat Islam itu bersaudara.
Adalah Buya Mohammad Natsir pernah berucap: “Islam beribadah akan dibiarkan, Islam berekonomi akan diawasi, Islam berpolitik akan dicabut seakar-akarnya.”
Saatnya umat bangkit. Kesadaran ber-ekonomi dan berpolitik perlu dihidup-hidupkan. Silahkan saja diawasi, akan kita tunjukkan, ini lho cara berekonomi dan berpolitik yang ber-etika dan mendatangkan rahmat bagi semesta alam.

Jangan merasa sudah banyak ibadah

JANGAN  MERASA SUDAH BANYAK IBADAH

Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat al indunisi.

Jangan Merasa Sudah Banyak Ibadah

Sahabat  sekalian, kita sering tertipu perasaan sendiri, merasa sudah banyak beribadah, merasa sudah banyak melakukan kebaikan.

"Saya sudah menyumbang sekian juta untuk Palestina dan selalu menjadi donatur program-program sosial yang ditawarkan oleh lembaga manapun..."

"Setiap hari saya tidak hanya shalat 5 waktu, tapi juga shalat sunah Dhuha, Tahajud, serta sunah qobliyah dan ba'diyah..."
 
"Saya bukan cuma khatam 1 juz sehari, melainkan 3 juz. Dan itu konsisten sudah berjalan puluhan tahun..."

Lalu kenapa? Bukankah nikmat Allah jauh lebih besar daripada amal ibadah yang kita lakukan?

Ada beberapa bahaya atau keburukan jika hati kita merasa telah banyak melakukan ibadah: 

Merasa layak menghuni surga.
Orang yang merasa sudah banyak beribadah biasanya terlena dan merasa sudah sanggup membeli surga. Padahal surga tidak dapat dibeli dengan amalan kita, melainkan dengan keridhoan Allah. 

Kira-kira... Allah ridho kah dengan orang yang merasa telah banyak melakukan ibadah? Ataukah Allah lebih menyukai orang-orang yang selalu merasa kurang amalannya? Serta merasa harap-harap cemas atas amalannya itu. Berharap Allah menerimanya.
 
Ingat... Iblis pun dulunya adalah ahli ibadah 
Apalah artinya ibadah kita dengan ibadah yang dulu Iblis lakukan dalam menyembah Allah. Iblis menjadi salah satu makhluk paling taat beribadah padaNya. Namun semua itu hangus karena kesombongannya.

Perasaan lebih baik dari yang lain/Takabur/ Ujub
Orang yang merasa sudah banyak melakukan ibadah otomatis merasa bangga terhadap dirinya dan seringkali merasa lebih baik dari yang lain. Padahal belum tentu.

Bagaimana pun banyaknya ibadah kita, ridho Allah adalah tujuan, jika niatnya hanya untuk riya' dan ujub, maka tiadalah ada nilainya amal ibadah tersebut di hadapanNya.

Sahabat, semoga kita senantiasa menyadari pentingnya beribadah dengan ikhlas, tidak menghitung-hitung amalan ibadah kita, seolah-olah sudah terkumpul amat banyak setinggi gunung.

Tata cara zikir setelah shalat fardhu

TATA CARA ZIKIR SETELAH SHALAT

Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat alindunisi.

Dzikir Setelah Shalat Jangan Sekadar Di Bibir Saja

Saking terbiasanya berdzikir cepat-cepat, banyak orang yang dzikir setelah shalatnya hanya sekadar komat-kamit tanpa meresapi maknanya, benar atau betul?
Semoga, sahabat Mutiara Islam tidak termasuk  salah satunya

Pernahkah melihat seseorang memuji tanpa dari hatinya?
Terasa hambar kan?
Malah kita bisa saja curiga ini orang sebenarnya sedang memuji, menyindir, atau meledek?

Atau, pernah mendengar seseorang meminta maaf tanpa dari hati?
Kira-kira akan dimaafkan kah permintaan maaf seperti itu?
Lalu mengapa kita melakukan hal seperti itu pada Allah ﷻ?
MemujiNya tanpa dari hati, bahkan beristighfar meminta ampunanNya pun tanpa dari hati.

Sahabat, dzikir itu berarti menyebut dan mengingat. Jadi tidak hanya menyebut dengan lisan, tapi juga mengingat dengan hati. Memang berdzikir dengan hanya menyebut menggunakan lisan tanpa menghadirkan hati tetap bisa mendatangkan pahala, namun dzikir macam ini berada pada tingkat yang paling rendah. Bukankah amat disayangkan jika kita berdzikir sekadar di bibir saja?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

“Wahai orang-orang yang beriman banyak-banyaklah berdzikir kepada Allah.”🍃
(QS. Al-Ahzab: 41)

Sekalipun kita diminta berdzikir sebanyak-banyaknya pada Allah ﷻ, tapi bukan berarti dzikir tersebut hanya seperti 'mantra' yang diucapkan tanpa kita resapi maknanya. Makna istighfar adalah meminta maaf pada Allah ﷻ, makna hamdalah adalah memuji Allah ﷻ, maka ucapkanlah dzikir-dzikir tersebut sesuai dengan maknanya, bagaimana intonasi seseorang ketika meminta maaf dan meminta ampunan?
Adakah diucapkan dengan tergesa-gesa?
Bagaimana sikap dan suara seseorang ketika sedang memuji? 

Ketahuilah bahwa perumpamaan orang yang berdzikir dan yang tidak berdzikir sungguh amat jauh:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan orang yang tidak berdzikir, adalah seumpama orang yang hidup dan mati.”🍃
(HR. Bukhari)

Semoga kita senantiasa mengingat Allah ﷻ dan menyebut namaNya di lisan maupun di hati kita.

Penghargaan Allah di akhirat kelak

PENGHARGAAN ALLAH TERHADAP ORANG BERIMAN

Oleh :Abu zakariyya rizky hidayat al indunisi.

Beriman kepada Allah dan istiqamah adalah kunci keselamatan di dunia sampai akhirat. Allah sangat respek terhadap seorang yang telah beriman kepada Allah kemudian dia tetap konsisten dan komitmen dengan pernyataannya itu (dengan segala konsekwensinya) sampai akhir hayatnya, dengan beberapa penghargaan yang sangat berkelas  yaitu: Allah mengutus para Malaikat-Nya untuk memberitahukan kepadanya, pada saat kematiannya, beberapa kabar gembira yaitu:

Pertama  : jangan kau takut dengan apa yang bakal terjadi.

Kedua      : Jangan kau bersedih dengan masa lalumu dan apa yang kau tinggalkan
.
Ketiga      : Surga telah menantimu.

Keempat : Kami (para Malaikat) adalah teman setiamu yang akan menjagamu di dunia sampai akhirat.

Kelima    : Bagimu di surga apa kau inginkan.

Keenam : bagimu apa yang kau pinta.

Itulah penghormatan pertama ketika kamu masuk surga. Semuanya itu sebagai penghormatan dari Allah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih. Permintaan Allah dari manusia yang menjadi hamba-Nya tidaklah banyak. Dua hal saja yaitu Iman dan Istiqamah dalam keimanan tersebut. Allah tidak lagi melihat kekayaan, jabatan, kepintaran, asal usul, dan lain sebagainya karena semuanya itu hanyalah assesoris kehidupan belaka.

Theory Vs Practice

THEORY VS PRACTICE

Oleh:Abu zakariyya rizky hidayat al indunisi.

Pastinya antum pernah mendengar sejumlah orang yang berkata, “ah itu kan cuma teori, realisasinya pasti berbeda”. Atau ucapan-ucapan lainnya seperti, “ya prakteknya seperti apa, jangan cuma teorinya saja”. Antara teori dan praktek, seringkali menjadi perdebatan yang tidak perlu. Perdebatan ini biasanya terjadi pada “orang-orang lapangan” yang memang sangat terbiasa dengan pendekatan praktek ketimbang menggunakan pendekatan teori.

Padahal seharusnya kedua pendekatan tersebut saling bersinergi dan saling memperbaiki satu sama lain. Dalam praktek pekerjaan sehari-hari, inilah yang seharusnya terjadi. Dalam pekerjaan sehari-hari teori itu bisa saja berbentuk dalam Manual Book, atau Standard Operating Procedure, dan prakteknya adalah apa yang terjadi di lapangan secara nyata dan real.

Contoh penggambarannya adalah misalkan pada layanan sebuah bank, dengan manual standar layanan yang sudah terstruktur dan tertata dengan sedemikian rapihnya ataupun misalnya pada pemberian kredit kepada calon debitur. Seringkali dalam menghadapi nasabah ataupun calon debitur, petugas bank seringkali berhadapan dengan hal-hal diluar dari apa yang diatur dalam sebuah standar operating procedure. Masukan dari kejadian-kejadian di luar dari apa yang diatur ini akan menjadi input yang berharga untuk peningkatan kualitas standard operating procedure.

Solusi praktis memang tidak akan antum dapatkan langsung dalam sebuah teori. Namun untuk dapat memberikan solusi praktis, antum harus mengetahui prakteknya seperti apa dulu, yang kadang memang terlalu kompleks untuk dapat di mengerti tanpa mensederhanakan asumsi-asumsi yang dipergunakan dalam sebuah teori.

Teori membuat orang memahami permasalahan yang kompleks menggunakan asumsi-asumsi yang telah disederhanakan untuk dapat membuat segala yang kompleks tersebut menjadi lebih masuk akal dan terstruktur, dan pada gilirannya membuat sesuatu yang kompleks menjadi relatif lebih sederhana. Dengan mengesampingkan hal-hal yang kurang relevan, anda dalam berbagai konteks apapun, dapat membuat sebuah prediksi dan penjelasan yang valid yang sesuai dengan praktek, walaupun ada yang mengatakan bahwa seringkali teori mengabaikan hal-hal yang terjadi dalam praktek. Namun yang sebenarnya terjadi adalah jika sesuatu tidak dapat terjadi dalam teori, maka besar kemungkinan tidak akan terjadi dalam prakteknya.

Pembagian Syariat Islam

Oleh:Abu Zakariyya Rizky Hidayat al indunisi.

Hukum yang diturunkan melalui Nabi Muhammad saw. untuk segenap manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:


1. Ilmu Tauhid, yaitu hukum atau peraturan-peraturan yang berhubungan dengan dasar-dasar keyakinan agama Islam, yang tidak boleh diragukan dan harus benar-benar menjadi keimanan kita. Misalnya, peraturan yang berhubungan dengan Dzat dan Sifat Allah swt. yang harus iman kepada-Nya, iman kepada rasul-rasul-Nya, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan iman kepada hari akhir termasuk di dalamnya kenikmatan dan siksa, serta iman kepada qadar baik dan buruk. Ilmu tauhid ini dinamakan juga Ilmi Aqidah atau Ilmu Kalam.


2. Ilmu Akhlak, yaitu peraturan-peraturan yang berhubungan dengan pendidikan dan penyempurnaan jiwa. Misalnya, segala peraturan yang mengarah pada perlindungan keutamaan dan mencegah kejelekan-kejelekan, seperti kita harus berbuat benar, harus memenuhi janji, harus amanah, dan dilarang berdusta dan berkhianat.


3. Ilmu Fiqh, yaitu peraturan-peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya dan hubungan manusia dengan sesamanya. Ilmu Fiqh mengandung dua bagian: pertama, ibadah, yaitu yang menjelaskan tentang hukum-hukum hubungan manusia dengan Tuhannya. Dan ibadah tidak sah (tidak diterima) kecuali disertai dengan niat. Contoh ibadah misalnya shalat, zakat, puasa, dan haji. Kedua, muamalat, yaitu bagian yang menjelaskan tentang hukum-hukum hubungan antara manusia dengan sesamanya. Ilmu Fiqh dapat juga disebut Qanun (undang-undang)


Tujuan Syariat Islam
Menurut buku “Syariah dan Ibadah” (Pamator 1999) yang disusun oleh Tim Dirasah Islamiyah dari Universitas Islam Jakarta, ada 5 (lima) hal pokok yang merupakan tujuan utama dari Syariat Islam, yaitu:
 Memelihara kemaslahatan agama (Hifzh al-din).


Agama Islam harus dibela dari ancaman orang-orang yang tidak bertanggung-jawab yang hendak merusak aqidah, ibadah dan akhlak umat. Ajaran Islam memberikan kebebasan untuk memilih agama, seperti ayat Al-Quran:

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)…” (QS Al-Baqarah 2: 256)


Akan tetapi, untuk terpeliharanya ajaran Islam dan terciptanya rahmatan lil’alamin, maka Allah SWT telah membuat peraturan-peraturan, termasuk larangan berbuat musyrik dan murtad:


“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa yang mempesekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS An-Nisaa 4: 48).


Dengan adanya Syariat Islam, maka dosa syirik maupun murtad akan ditumpas.

Memelihara jiwa (Hifzh al-nafsi)
Agama Islam sangat menghargai jiwa seseorang. Oleh sebab itu, diberlakukanlah hukum qishash yang merupakan suatu bentuk hukum pembalasan. Seseorang yang telah membunuh orang lain akan dibunuh, seseorang yang telah mencederai orang lain, akan dicederai, seseorang yang yang telah menyakiti orang lain, akan disakiti secara setimpal. Dengan demikian seseorang akan takut melakukan kejahatan. Ayat Al-Quran menegaskan:


“Hai orang-orang yang beriman! Telah diwajibkan kepadamu qishash (pembalasan) pada orang-orang yang dibunuh…” (QS Al-Baqarah 2:178).


Namun, qishash tidak diberlakukan jika si pelaku dimaafkan oleh yang bersangkutan, atau daiat (ganti rugi) telah dibayarkan secara wajar. Ayat Al-Quran menerangkan hal ini:
“Barangsiapa mendapat pemaafan dari saudaranya, hendaklah mengikuti cara yang baik dan hendaklah (orang yang diberi maaf) membayar diat kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula)” (QS Al-Baqarah 2: 178).


Dengan adanya Syariat Islam, maka pembunuhan akan tertanggulani karena para calon pembunuh akan berpikir ulang untuk membunuh karena nyawanya sebagai taruhannya. Dengan begitu,  jiwa orang beriman akan terpelihara.


Memelihara akal (Hifzh al-’aqli)
Kedudukan akal manusia dalam pandangan Islam amatlah penting. Akal manusia dibutuhkan untuk memikirkan ayat-ayat Qauliyah (Al-Quran) dan kauniah (sunnatullah) menuju manusia kamil.

Wallahua'lam bishowab

Akhukum abu zakariyya rizky hidayat