Oleh:📓Abu zakariyya rizky hidayat al-indunisi.
‘Aidh Al-Qarni berkata “ generasi muda yang diinginkan Allah supaya mereka mengemban kalimat La ilaha illallah, mereka hidup untuk la ilaha illallah dan merek mati karena la ilaha illallah.
Seorang pemuda adalah suku cadang dan tabung Islam karena kelak mereka akan menjadi pembela Islam tatkala ada kaum durjana yang ingin mengolok-olok Islam.
Generasi harapan Islam adalah generasi yang kuat memegang agamanya dan selalu istiqomah dalam mempertahankan keimanannya, generasi inilah yang akan menjadi pelita hidup dan menjadi panutan yang dapat dibanggakan.
Manakala di keheningan malam mereka bermunajat, meminta kepada Allah, tahukah ibu apa yang dimintanya? Mereka tidak meminta “ya Allah berikan aku pendamping seperti Luna Maya” gak itu yang mereka pinta pak!! Tapi mereka minta “ Ya Rabb, jadikanlah aku orang-orang yang engkau muliakan” itulah bu pinta seorang generasi muda yang diinginkan Allah.
Allah Swt berfirman :
إذْا أَوَى الفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِي فَقَالُوا رَبَّنَا أَتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئ لَنَا مِن أَمْرِنَا رَشَدًا
“Ingatlah tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung kedalam gua, lalu mereka berdoa “wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat pada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (Q.S.Al-Kahfi: 10).
Oleh karena itu sebagaimana yang telah disinyalir oleh ayat di atas, seorang pemuda yang hijrah dari kesenangan-kesenangan dunia yang tiada manfaatnya menuju jalan keharibaan Allah yang diberkati tentunya ia akan mendapat rahmat maunah dan jalan lurus yang diberkatinya.
Pemuda sekarang begitu bangganya meniru budaya orang kafir, sehingga lebih bangganya lagi menambah penampilan dirinya dengan sesuatu hal yang tidak pantas.
Saat sekarang ini keadaan generasi kita sangatlah memprihatinkan, sangat bertolak belakang dengan pemuda di jaman Rasulullah yang selalu istiqomah mempertahankan keimanannya, jikalau kita lihat pemuda jaman sekarang mereka tidak bisa membedakan yang mana yang halal dan mana yang haram. Mereka selalu mengikuti hawa nafsunya yang dapat membuat nikmat itu, yang mereka minum sehingga bisa membuat mereka fly, itulah yang mereka konsumsi. Padahal banyak dampak negatif yang terjadi jika mereka mengkonsumsi minuman itu.
Memang sulit sewaktu masa muda meraih iman yang sempurna...
Pantang lihat cewek bahenol sedikit, goyang imannya. Pantang lihat cewek seperti gitar Spanyol, merinding bulu kuduk. Apabila hal ini tidak dibentengi dengan iman yang kokoh maka kita akan terjerumus kedalam jurang kenistaan.
Wahai pemuda yang belum sempat hadir dalam mengabdikan diri kepada Allah, hendaklah mengisi hari-hari kita dengan penuh kecintaan kita kepada Allah. Saya teringat dengan Muaz bin Jabal, dia adalah penghamba Allah di malam hari tatkala kegelapan meliputi ia, berapa banyak air mata yang mengalir di pipinya hanya untuk pengabdiannya kepada Allah.
Duhai pemuda, manakala kita menghadiri acara-acara yang bernuansa Islami, kita dapat melihat saudara-saudara kita yang berpegang teguh kepada keimanannya, bertemu dengan orang-orang yang menjaga sholat lima waktu secara berjamaah, maka akan timbul dalam diri kita rasa istiqomah kepada Allah.
Pemuda yang teguh beriman kepada Allah, maka Allah akan memberi petunjuk kepadanya sebagaimana firman Allah :
أِنَّهُمْ فِتْيَةُ أَمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وزِدْنَاهُمْ هُدًى
“sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambahkan mereka petunjuk” (Q.S. Al-Kahfi:13).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar